Kamis, 24 Mei 2012
Kalsel Terancam Krisis Gula Jelang Ramadhan
Sabtu, 10 Juli 2010 04:56
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 10/7 (SIGAP) - Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terancam mengalami krisis gula menjelang bulan Ramadhan apabila hal tersebut tidak diatasi secepatnya oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Ketua Assosiasi Gula Bersatu Kalsel H. Aftahuddin di Banjarmasin, Jumat, mengatakan, Kalsel diperkirakan akan mengalami krisis gula apabila stok gula tidak dipenuhi menjelang bulan Ramadhan yang jatuh pada Agustus 2010.

Lanjutnya, selama ini stok gula di Kalsel yang ada hanya berkisar 2.000 ton, sedangkan kebutuhan gula masyarakat di wilayah Kalsel bisa mencapai 9.000 ton setiap bulan.

Dengan adanya kondisi seperti itu diharapkan Pemda setempat bisa mengambil tindakan secepatnya, apabila tidak maka harga gula saat menjelang Ramadhan bisa naik drastis.

Apalagi saat ini stok gula yang ada hanya berkisar 2.000 ton dan diperkirakan dengan stok minim seperti itu gula tersebut hanya bisa bertahan lebih kurang satu setengah bulan saja.

"Stok gula kita hanya 2.000 ton, sedangkan yang diperlukan dalam sebelum 9.000 ton dan stok gula tersebut hanya mampu bertahan hingga satu setengah bulan," katanya.

Selain itu, juga dalam membahas gula yang sedang dalam krisis ini diharapkan Pemda Kalsel bisa mengajak para pengusaha gula berkumpul untuk mencari jalan keluar dalam mengatasi krisis gula jelang Ramadhan.
Tapi Aftah juga menuturkan, bahwa selama ini pihak Pemda setempat dalam melakukan diskusi ataupun lelang gula tidak pernah melibatkan pihaknya dan terkesan dilakukan penunjukan langsung terhadap orang-orang dekatnya.

"Kami berharap Pemda setempat bisa mengajak kami dalam melakukan lelang gula dan juga bisa bersifat transparan demi kesejahteraan kita semua," ucapnya.

Untuk keterlibatan pengusaha daerah agar dilibatkan dalam lelang gula itu maka jelas Aftah, bahwa pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalsel telah menyurati pihak Perseroan Terbatas Perkebunan Nasional (PTPN) Kalsel.

Dengan adanya hal tersebut pihak PTPN nantinya bisa bekerjasama dengan para pengusaha daerah untuk mengatasi krisis gula yang sedang di alami kalsel dan menemukan jalan keluarnya, lanjutnya.

Secara terpisah, kepada Rakyat Merdeka tahun lalu, ketika mengantisipasi kelangkaan gula awal tahun 2010, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan Subagyo mengakui, pihaknya akan menghitung patokan harga jual gula kristal putih (GKP) impor agar tidak terjadi lonjakan harga selama awal tahun 2010.

Indonesia pada awal 2010 berencana mengimpor 500.000 ton gula untuk menutupi defisit gula yang akan terjadi di awal tahun. Di pasar dalam negeri, saat itu harga gula rata-rata nasional mencapai Rp 9.700 per kg

Saa ini harga eceran gula di wilayah Kalsel diperkirakan mencapai Rp9.000 perkilogram dan stok gula yang dibutuhkan dalam satu tahun mencapai hingga 140.000 ton, demikian Aftah. (laporan wa prasetya/ant)


 

Arsip Berita