Kamis, 24 Mei 2012
G20 Tekankan Peningkatan Pengawasan Perbankan
Jumat, 09 Juli 2010 06:09
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/7 (ANTARA) - Isu peningkatan pengawasan perbankan merupakan topik pembahasan yang serius dalam Forum G-20 yang digelar akhir 2010 Juni di Toronto, mengingat dampak krisis keuangan di suatu negara selalu bisa meluas ke wilayah lain di dunia. "Perhatian terhadap pengaruh dari lembaga keuangan lintas negara (Systematically Important Financial Institution/SIFI) itu menjadi isu yang sangat mengemuka di G20 kemarin," kata Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad di Jakarta, Rabu.

Muliaman menjelaskan pembahasan yang terjadi ketika itu seputar pada isu penanganan krisis keuangan dan bentuk lembaga pengawas yang diharapkan bisa menangani krisis keuangan di suatu negara dengan cepat.

"Yang menjadi perhatian para pemimpin negara G20 ketika itu adalah bukan hanya lembaga keuangan yang memiliki aset besar tapi juga lembaga keuangan yang memiliki saling keterkaitan dengan lembaga keuangan lain di negara lain," jelasnya.

Muliaman mengatakan pihaknya berharap Forum G20 nantinya akan bisa menyusun proposal kesepakatan bersama untuk melakukan pengawasan terhadap lembaga keuangan besar seperti itu.

"Oleh karena itu, diperlukan ketegasan terutama dalam menentukan siapa yang akan mengawasi lembaga-lembaga yang mempunyai interkoneksi yang luas," ujarnya.

Muliaman menambahkan, dengan sistem ekonomi Indonesia yang terbuka seperti sekarang ini, krisis keuangan di suatu negara yang bukan mitra utama seperti Yunani tetap akan memiliki dampak terhadap ekonomi Indonesia.

Menurut pantauan SIGAP, faktor global seperti krisis Yunani, disamping penarikan likuiditas sebagai dua faktor yang harus diwaspadai dalam menyusun Rancangan Akhir Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2011.

Dilihat resiko 2011, maka dua faktor dari sisi ekonomi akan menciptakan dinamika yang harus dikelola resikonya. Krisis Yunani juga akan menjadi faktor yang akan menyebabkan dinamika resiko yang dipersepsikan menular, sehingga dikhawatirkan penarikan likuiditas akan berpengaruh pada ekonomi domestik.

Kekhawatiran krisis Yunani dapat menyebar ke sejumlah negara Eropa lainnya, antara lain Portugal dan Spanyol , hal ini  boleh jadi berdampak pada antara lain suku bunga dan nilai tukar rupiah. Tentu pengelolaan resikonya diarahkan pada pelemahan.

Krisis Yunani memberikan dampak netralisir yaitu likuiditas global yang masih sangat banyak dan proses pengetatan kebijakan ekonomi dari negara-negara maju yang akan dijaga secara hati-hati.

"Kita tidak bisa mengisolasi satu kasus atau isu seolah-olah tidak berdampak pada kita. Krisis di satu negara itu akan mempengaruhi arus modal di dunia dan itu akan berdampak juga pada kita," pungkas Muliaman. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita