Kamis, 24 Mei 2012
Sulsel: Triwulan III Ekonomi Tumbuh 0,63%
Jumat, 09 Juli 2010 03:33
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 9/7 (SIGAP) - Bank Indonesia (BI) Cabang Makassar memperkirakan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan meningkat 0,63% pada triwulan III 2010 dibandingkan triwulan sebelumnya. BI Cabang Makassar dalam kajian ekonomi regional triwulan II 2010, Kamis (8/7), menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Sulsel triwulan III akan mencapai 8,65% atau meningkat 0,63% dari 8,02% yang dicapai pada triwulan II.

Sementara pertumbuhan ekonomi Sulawesi, Maluku, Papua diperkirakan meningkat menjadi 6,9% dari 5,79% yang dicapai pada triwulan II.

Pemicu pertumbuhan dari sisi permintaan diperkirakan akan didorong dari masuknya bulan Ramadhan, perayaan Idul Fitri, tahun ajaran baru dan pembayaran gaji ke-13.

Penyelenggaraan pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung pada 47 kabupaten di Timur Indonesia juga akan ikut memicu pertumbuhan ekonomi.

Diperkirakan terdapat dana yang mengalir sebesar Rp140,49 miliar pada triwulan II 2010 untuk keperluan pelaksanaan pilkada maupun dana kampanye para pasangan calon dari 10 kabupaten penyelenggara pilkada di Sulsel.

Dengan menggunakan analisa input-output diperkirakan peningkatan permintaan karena pilkada terdapat tambahan output pada perekonomian Sulsel sebesar Rp331,34 miliar.

Selain itu, realisasi APBD dan proyek pekerjaan umum diperkirakan meningkat dibandingkan triwulan II 2010 seiring dengan target realisasi fisik dan keuangan pemerintah daerah.

Dari sisi sektoral dengan pertumbuhan pada sisi konsumsi swasta secara simultan akan mendorong pertumbuhan sektor angkutan, komunikasi dan perdagangan, hotel dan restoran.

Perbaikan produksi sektor pertambangan baik emas, tembaga dan nikel serta peningkatan di sektor pertanian seiring mulainya musim panen pada Agustus-September juga akan ikut mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Tekanan inflasi tahunan pada triwulan III diperkirakan masih dalam besaran yang stabil, meskipun terdapat kecenderungan meningkat.

Peningkatan didorong oleh permintaan konsumsi swasta dan pemerintah terkait bulan puasa serta perayaan Idul Fitri, tahun ajaran baru, pembayaran gaji ke-13, kegiatan pilkada, realisasi APBD dan proyek pekerjaan umum.

Laju inflasi wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua serta Sulsel diproyeksikan dalam kisaran 5,5-6% dan 4,87-5,87% masih di bawah target inflasi nasional sebesar 5%. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita