Kamis, 24 Mei 2012
Peringati Harganas, Dinkes Sumut Sediakan Layanan Pemeriksaan Rontgent Paru Gratis
Kamis, 08 Juli 2010 06:19
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 8/7 (SIGAP) – Pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas), Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) menyediakan satu unit mobil layanan pemeriksaan rontgent paru-paru secara gratis di Lapangan Kampung Baru, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Kamis (8/7).

Demikian disampaikan Staf Laboratorium Balai Pengobatan Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Paru (BP4) Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Wurdiasih. Dijelaskannya, pelayanan rontgent paru-paru itu diberikan secara gratis kepada masyarakat yang turut meramaikan peringatan Harganas.

Wurdiasih menjelaskan, untuk memberikan pelayanan pemeriksaan yang optimal, pihaknya telah menyiagakan sebanyak tiga dokter spesialis paru, satu dokter umum serta empat staf radiologi yang disiapkan melakukan pemeriksaan kepada para pasien.

Dokter yang bertugas itu akan memeriksa kadar gula darah, sputum BTA, spiro matri serta dahak untuk mengetahui kesehatan paru-paru pasien.

Wurdiasih menambahkan, pelayanan rontgent paru secara gratis itu masih diperuntukkan dengan jumlah pasien yang terbatas, sehingga kuota 50 pasien hanya dapat diberikan kepada warga lebih dahulu hadir.

"Antusias masyarakat untuk memeriksakan kesehatan mereka sangat tinggi. Bahkan, ada warga yang tidak sakit juga turut ingin diperiksa dokter," katanya.

Dirinya mengungkapkan, Dinas Kesehatan Sumut menargetkan sebanyak 5 sampai 40 kali layanan keliling untuk tahun 2010.

Sejarah Hari Keluarga Nasional
Berdasarkan catatan SIGAP,  29 Juni oleh pemerintah ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas). Sebuah hari yang mengandung nilai sejarah, karena menjadi tanda dimulainya hari Kebangkitan. Bangkitnya kesadaran keluarga Indonesia untuk membangun dirinya ke arah keluarga kecil melalui Keluarga Berencana (KB).

Hari itu merupakan puncak kristalisasi semangat para pejuang KB untuk memperkuat dan memperluas program KB. Dalam perjalanannya, program KB berkembang secara pesat dan mengubah program KB menjadi suatu ‘Gerakan Masyarakat’ yang mantap dan menampakkan hasil-hasil yang nyata. Hasil nyata itu berupa semakin meningkatnya jumlah keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

Dengan latar belakang itu pula, maka tanggal 29 Juni ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional, yang bertepatan dengan tanggal dimulainya Gerakan KB Nasional tahun 1970.  Hari Keluarga Nasional dicanangkan di Lampung pada 29 Juni 1993 oleh Presiden Soeharto. Selanjutnya, Harganas diperingati secara berturut-turut setiap tahun. (laporan rusman/ant/sekneg)

 

 

Arsip Berita