Kamis, 24 Mei 2012
Pakar IPB: Hutan Mangrove Indonesia Rusak Parah
Kamis, 08 Juli 2010 03:25
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta,8/7 (SIGAP) - Pakar mangrove Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Cecep Kusmana mengatakan, sebagian besar hutan mangrove di seluruh wilayah Indonesia mengalami kerusakan parah.

Dalam perbincangan dengan ANTARA di Bogor, Rabu, Prof Cecep Kusmana mengatakan kerusakan tersebut nyaris terjadi secara merata pada semua daerah yang memiliki hutan mangrove.

"Saya merasa prihatin, karena dari tahun ke tahun luas hutan mangrove terus menyusut drastis. Pemerintah baik pusat maupun daerah serta masyarakat perlu bahu membahu menyelamatkan hutan mangrove yang kita miliki," papar Prof Cecep yang juga mantan Dekan Fakultas Kehutanan IPB.

Hutan mangrove yang dimiliki Indonesia merupakan yang terluas di dunia. Total areal hutan mangrove di Indonesia diperkirakan mencapai 4,5 juta hektare.

Cecep mengemukakan, tanggung jawab terbesar pelestarian hutan mangrove berada di pundak pemerintah daerah (Pemda). Hal tersebut sesuai dengan semangat otonomi daerah, di mana daerah memiliki otoritas yang luas dalam mengelola kebijakan pembangunan setempat.

Karena itu, Cecep mengajak semua Pemda yang memiliki hutan mangrove, agar menaruh perhatian dan kepedulian lebih terhadap pelestarian tanaman yang tumbuh di pesisir pantai tersebut.

"Hutan mangrove memiliki banyak manfaat baik secara ekologi, sosial maupun ekonomi. Pemanfaatan harus dilakukan secara seimbang dengan pelestarian, sehingga tidak mengalami kerusakan dan secara jangka panjang dapat terus dimanfaatkan untuk kelangsungan ekosistem pesisir," paparnya.

Lebih lanjut Cecep mengemukakan, pengrusakan maupun kerusakan hutan mangrove akan membawa konsekuensi yang memiliki risiko besar bagi kelangsungan ekologi, antara lain menyebabkan terjadinya abrasi pantai dan tsunami.

"Kerusakan hutan mangrove akan membawa malapetaka bagi kehidupan. Karena itu hutan ini harus diselamatkan untuk kepentingan jangka panjang kita," tuturnya.

Pelestarian Hutan Mangrove
Berdasarkan catatan SIGAP, hutan mangrove adalah hutan yang berada di daerah tepi pantai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut, sehingga lantai hutannya selalu tergenang air.

Menurut Steenis (1978) mangrove adalah vegetasi hutan yang tumbuh diantara garis pasang surut. Nybakken (1988) menyebutkan bahwa hutan mangrove adalah sebutan umum yang digunakan untuk menggambarkan suatu komunitas pantai tropik yang didominasi oleh beberapa spesies pohon yang khas atau semak-semak yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh dalam perairan asin.

Sementara Soerianegara (1990) bahwa hutan mangrove merupakan hutan yang tumbuh di daerah pantai, biasanya terdapat di daerah teluk dan di muara sungai yang dicirikan oleh, pertama,  tidak terpengaruh iklim; kedua, dipengaruhi pasang surut; ketiga, tanah tergenang air laut; keempat, tanah rendah pantai; kelima, hutan tidak mempunyai struktur tajuk; keenam, jenis-jenis pohonnya biasanya terdiri dari api-api (Avicenia sp.), pedada (Sonneratia sp.), bakau (Rhizophora sp.), lacang (Bruguiera sp.), nyirih (Xylocarpus sp.), nipah (Nypa sp.) dan lain-lain.

Hutan mangrove dibedakan dengan hutan pantai dan hutan rawa. Hutan pantai yaitu hutan yang tumbuh disepanjang pantai, tanahnya kering, tidak pernah mengalami genangan air laut ataupun air tawar.

Ekosistem hutan pantai terdapat  disepanjang pantai yang curam di atas garis pasang air laut. Kawasan ekosistem hutan pantai ini tanahnya berpasir dan mungkin berbatu-batu. Sedangkan hutan rawa adalah hutan yang tumbuh dalam kawasan yang selalu tergenang air tawar, oleh karena itu, hutan rawa terdapat di daerah yang landai, biasanya terletak di belakang hutan payau.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menaruh perhatian besar terhadap pelestarian hutan mangrove. Menurut presiden, hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat yang besar dalam upaya bersama mengatasi ancaman pemanasan serta perubahan iklim global.

Pada Juni lalu presiden SBY mengeluarkan imbauan kepada semua kepala daerah baik gubernur, bupati maupun wali kota untuk segera menyelamatkan hutan mangrove yang berada di daerah masing-masing. (laporan wa prasetya/ant)

 

 

Arsip Berita