Kamis, 24 Mei 2012
Harga Beras Naik di Sejumlah Daerah
Rabu, 07 Juli 2010 04:43
AddThis Social Bookmark Button

 

Jakarta, 7/7 (SIGAP) – Kurangnya pasokan beras dari daerah sentra produksi beras di Pulau Jawa dan Sumatera menyebabkan harga beras di sejumlah pasar tradisional Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel) mengalami kenaikan.

 

Demikian disampaikan A Kian, salah satu distributor beras berbagai merek di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Rabu (7/7). Dirinya menyatakan, permintaan beras saat ini masih terbilang normal, namun terjadi kenaikan harga beras disebabkan karena pasokan kurang dan persediaan terbatas.

"Pasokan beras berkurang karena banyak petani padi di Pulau Jawa dan Sumatera gagal panen akibat bencana alam seperti banjir, lonsor dan sebagainya yang berdampak langsung terhadap harga beras di Pulau Bangka khususnya Kota Pangkalpinang yang mengandalkan pasokan beras dari luar daerah," ujarnya.

Dirinya menjelaskan, harga beras merek A 111 naik menjadi Rp70 ribu dari harga sebelumnya Rp65 ribu perkampil (satuan isi 10 kilogram), harga beras merek RM masih Rp75 ribu perkampil (satuan isi 10 kilogram) dari harga sebelumnya Rp70 ribu perkampil dan harga beras merek TR masih Rp75 ribu (satuan isi 10 Kilogram) dari harga sebelumnya Rp70 ribu perkampil.

Harga beras merek AAA Rp210 ribu perkarung (satuan isi 40 kilogram) dari harga sebelumnya Rp205 perkarung, dan harga beras merek Gareng naik menjadi Rp320 ribu (satuan isi 40 kilogram) dari harga sebelumnya Rp310 ribu perkarung.

Sementara itu Bima, pedagang beras eceran di Pangkalpinang mengatakan, harga beras eceran naik karena harga ditingkat distributor mengalami kenaikan rata-rata sebesar Rp5.000 perkarung.

Menurutnya harga beras eceran berbagai merek rata-rata naik Rp500 perkilogram, dari harga Rp6.500 hingga Rp7.000 perkilogram naik menjadi Rp7.000 hingga Rp7.500 perkilogram. “Tergantung dari merek dan kwalitas beras tersebut," ujarnya.

Harga Naik Menjelang Puasa dan Hari Raya
Diperkirakan harga beras akan terus bertahan tinggi dan cenderung naik hingga menjelang perayaan Idul Fitri. Pasalnya, permintaan beras menjelang puasa dan hari raya biasanya diperkirakan mengalami peningkatan.

Berdasarkan pantauan SIGAP, kenaikan harga beras juga terjadi di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, Kota Solo Jawa Tengah, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, dan DKI Jakarta.

Di Kabupaten Bojonegoro kenaikan harga beras telah terjadi sejak sepekan terakhir ini. Hal ini akibat meningkatnya permintaan beras di daerah setempat ke luar kota.

Sementara di Kota Solo, harga beras pada sejumlah pasar tradisional dalam sepekan terakhir ini mengalami kenaikan rata-rata Rp200,00-Rp300,00 per kilogram, sementara kebutuhan pokok lainnya bertahan.

Sebelumnya, harga berbagai jenis beras premium dan utama di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Selasa, naik antara Rp100 hingga Rp200 per kg. (laporan Rusman/ant)

 

 

Arsip Berita