Kamis, 24 Mei 2012
Ahli Gizi: Berat Badan Indikator Gizi Anak
Rabu, 07 Juli 2010 02:40
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/7 (SIGAP) - Seorang ahli gizi mengatakan, pertambahan berat badan anak yang sesuai grafik pertumbuhan berat badan merupakan indikator gizi pada anak sudah mencukupi.

"Cara paling sederhana untuk memastikan kecukupan gizi pada anak dalam masa pertumbuhan lima tahun adalah dengan adanya pertambahan berat badan sesuai grafik pertumbuhan berat badan," ujar ahli gizi dr Fiastuti Witjaksono, MS, SpGK di Medan, Selasa (6/7).

Menurut pengurus Persatuan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) Jakarta itu, rasa cinta, kasih sayang dan perhatian yang diberikan seorang ibu terhadap perkembangan anak juga penting, khususnya yang berkaitan dengan pemenuhan nutrisi anak.

"Berdasarkan studi konsumen yang dilakukan Synovate pada 2007, hampir 64 persen ibu Indonesia merasa cemas akan kecukupan asupan nutrisi anaknya dan sekitar 50 persen menghadapi situasi anak susah makan, termasuk anak yang makannya sedikit atau tidak habis dan yang hanya mau makan makanan yang disukai (picky eater)," ujarnya.

Adapun cara untuk mengoptimalkan nutrisi seimbang bagi pertumbuhan anak dengan memerhatikan jumlah kalori sesuai kebutuhan anak, komposisi karbohidrat sekitar 50-60%, protein 15-20%  dan lemak seimbang sebesar 30%, sampai waktu makan juga terjadwal dengan baik.

Untuk karbohidrat memang dibutuhkan sebesar 50-60% dari jumlah kalori total, karena karbohidrat merupakan sumber tenaga, ujarnya.

"Setiap ibu harus memerhatikan hal tersebut, karena dengan begitu para orang tua dapat mengetahui pertumbuhan fisik, perkembangan otak dan kepandaian serta kematangan sosial yang ada pada diri setiap anak," jelasnya.

Menurut catatan SIGAP, salah satu masalah gizi seimbang yang cukup sering terjadi, di antaranya mikronutrisi.

Mikronutrisi adalah kebutuhan nutrisi tubuh kita yang tidak secara langsung kita rasakan akibatnya. Data kesehatan di Indonesia menunjukkan bahwa dari 11 zat gizi mikro, hanya vitamin C yang sudah terpenuhi kecukupannya, sedangkan 10 lainnya belum terpenuhi, di antaranya zat besi.

Sedangkan data global Badan Kesehatan Dunia, World Health Organization (WHO), tahun  2000 menunjukkan, penduduk dunia yang kekurangan gizi mikro berjumlah hampir 3 milyar, di mana penduduk yang mengalami kekurangan zat besi karena anemia adalah sebanyak 2 milyar dan kebanyakan yang menderita adalah balita.

Data lain dari WHO menyebutkan, setiap 1 dari 3 orang di negara berkembang menderita kurang vitamin dan mineral.  (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita