Kamis, 24 Mei 2012
Desa Umbulan, Pandeglang Belum Nikmati Listrik
Selasa, 06 Juli 2010 07:39
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 6/7 (SIGAP) – Hingga kini warga Desa Umbulan di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, belum menikmati listrik.

Masyarakat sangat mengharapkan pemerintah membantu pemasangan listrik secara gratis.

 

Demikian yang disampaikan Muhadi, anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Senin, saat melakukan kunjungan ke daerah tersebut. ”Kalau malam hari wilayah itu gelap gulita," kata Muhadi.

Dirinya mengaku akan berusaha menyampaikan harapan masyarakat itu pada pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben).

Berdasarkan data dari Distamben Kabupaten Pandeglang menyebutkan, saat ini masih terdapat 82 ribu kepala keluarga (kk) masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum menikmati pelayanan listrik. Jumlah itu tersebar pada 35 kecamatan yang ada di daerah tersebut, dan sebagian besar di wilayah Selatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Pandeglang Tri Waskito di Pandeglang menjelaskan, berbagai upaya telah dan akan terus dilakukan agar seluruh warga bisa menikmati layanan listrik, di antaranya pemberian bantuan listrik pedesaan.

Pemprov Banten memberikan bantuan listrik pedesaan bagi Kabupaten Pandeglang pada 2010 sebanyak 7.500 sambungan rumah (SR), yang pemasangannya dilakukan PLN pada akhir tahun.

Rencananya PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga akan segera membangun dua gardu induk guna mencukupi kebutuhan listrik di Pandeglang wilayah Selatan.

Dengan dibangunnya dua unit gardu induk tersebut diharapkan bisa melayani masyarakat yang selama ini belum mendapat pelayanan listrik.

Sementara H Hendra Saleh, PLN DISJABAR dan Banten ketika dikonfirmasi SIGAP, Selasa (6/7) mengatakan, pembangunan gardu induk di Kabupaten Pandeglang sepertinya sulit dilakukan saat ini. Menurutnya, banyak faktor yang menjadi hambatan dalam pembangunan gardu induk, seperti sulitnya proses pembebasan tanah yang dilakukan pemerintah daerah.  “Biaya juga menjadi faktor kendala membangun gardu induk,” jelas Hendra.

Hendra menambahkan, sebenarnya hampir 33% wilayah Jawa Barat masih belum terpasang aliran listrik. “Yang terjadi di Kabupaten Pandeglang mungkin sebagian kecil saja dari permasalahan kelistrikan di Jabar,” katanya.

Berdasarkan catatan SIGAP yang diperoleh dari Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) tahun 2009, sebanyak 7.500 desa di seluruh Indonesia belum dialiri listrik.

Sebagian besar desa yang belum dialiri listrik itu masuk dalam kawasan daerah tertinggal yang berlokasi di pulau-pulau terpencil dan berada di daerah pegunungan.

Untuk mengantispasi hal tersebut pemerintah menggandeng perguruan tinggi untuk mengembangkan energi alternatif, seperti teknologi solar sel, mikrohidro, dan pengembangan energi alternatif lainnya untuk menghasilkan listrik. (laporan Rusman/ant/pln.jabar)

 

 

Arsip Berita