Kamis, 24 Mei 2012
Sigi: Korban Puting Beliung Menunggu Bantuan
Senin, 05 Juli 2010 16:40
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 5/7 (SIGAP) - Sejumlah korban angin puting beliung di dua desa di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) membantu mereka untuk perbaikan rumah yang rusak akibat bencana alam itu. Hendrik (38), salah seorang warga Desa Berdikari, salah satu dari dua desa di Kecamatan Palolo yang rumahnya rusak total akibat terjangan angin kencang pada Minggu (4/7) malam, sangat berharap kepada Pemkab Sigi untuk bisa merehabilitasi kembali rumah-rumah penduduk.

"Kami sangat berharap, sebab untuk membangun kembali rumah kami yang rusak membutuhkan dana cukup besar," katanya.

Paling tidak, Pemkab Sigi membantu menyediakan berbagai bahan bangunan yang dibutuhkan. "Nanti kami sendiri yang membangun kembali secara gotong-royong," katanya penuh harap.

Dirinya mengakui, rumahnya yang berukuran 6X8 meter dengan konstruksi masih dinding papan, rubuh saat diterjang angin puting beliung yang datang secara tiba-tiba.

Hal senada juga disampaikan Ny Telda (45), salah seorang warga desa yang sama. Dirinya mengatakan, rumah tempat tinggalnya porak-poranda dihajar angin puting beliung. Bahkan, saat kejadian, ia bersama Gaya (80), ibunya, tidak sempat keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Waktu itu, kata ibu empat anak tersebut, mereka hanya pasrah atas musibah yang cukup menakutkan. "Saya hanya dengar ada suara gemuruh angin yang kencang, dan setelah itu saya tidak sadarkan diri lagi," katanya sambil menangis.

Menurut dia, yang diingatnya pada waktu itu adalah meminta perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kepala Desa Berdikari, Yulius Nasa, di lokasi bencana angin puting beliung mengatakan, Ny Telda dan ibunya (Gaya) ditemukan warga di tengah puing-puing bangunan yang rubuh.

"Kami pikir keduanya sudah tewas. Tapi syukur hanya pingsan saja, dan setelah itu mereka langsung mendapat pertolongan tim medis Puskesmas setempat," katanya.

Dilaporkan total bangunan yang rusak akibat puting beliung di dua desa Berdikari dan Rejeki lebih 60 unit. Tiga di antaranya rubuh.

Selain bangunan rumah yang rusak, juga sebagian atap Balai Desa Berdikari terlepas diterjang angin kencang. Bencana puting beliung sudah beberapa kali menerjang desa yang terletak pada poros jalan provinsi Palu-Napu itu.

Namun, musibah yang terjadi pada Minggu (4/7) malam yang merusak lebih 60 unit rumah penduduk dan ratusan pohon tamaman kakao di desa Berdikari dan Rejeki, merupakan yang terbesar.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, kecuali kerugian material yang belum dapat ditaksir. (laporan panji/ant)

 

Arsip Berita