Kamis, 24 Mei 2012
Server Pendaftaran Online Siswa Baru Mati, Orang Tua Kecewa
Senin, 05 Juli 2010 10:30
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 5/7 (SIGAP) – Akibat server pendukung sistem pendaftaran peserta didik baru (PPDB) yang dimiliki Dinas Pendidikan DKI Jakarta mati, sejumlah orang murid merasa dirugikan.

Kekecewaan sejumlah orang tua murid setidaknya di alami oleh Yani yang bekerja di kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB). Ibu yang anaknya sedang mendaftar di SMU 98 Jakarta Timur ini merasa heran dengan matinya server pendaftaran online Diknas DKI Jakarta ini. “Kejadian ini sangat membuat kami was-was. Anak kami harus mendaftar dari awal lagi. Belum tentu hasilnya sama dengan hasil yang pertama. Kami sangat dirugikan,” katanya kepada SIGAP, Senin (5/7).

Kekecewaan Yani agaknya cukup beralasan. Pasalnya, dengan tidak berfungsinya sistem online ini berarti proses pendaftaran harus dimulai dari awal lagi. “Bukan itu saja. Ini bisa memperkecil peluang anak murid yang awalnya sudah diprediksi bisa masuk di sekolah pilihannya,” katanya.

Sementara rasa kekecewaan yang sama juga diperlihatkan Ragil Pamungkas, putranya ini. Pada saat pendaftaran awal Ragil mendapatkan peringkat 77 dari 274 yang tersedia. Namun hingga kini dirinya tidak lagi mengetahui apakah dapat masuk di sekolah pilihannya itu.

Atas kejadian ini, Ragil dan sejumlah teman-temannya harus menunggu sampai server yang dimiliki Diknas DKI Jakarta itu aktif kembali. “Mendingan pemerintah punya grup di FB (jejaring pertemanan facebook-red), biar pelajar bisa gampang terus complaint karena sistemnya kayak gini,” kata Ragil  lewat pesan Short Message Service (SMS) kepada SIGAP, Senin (5/7).

Tidak itu saja, SIGAP juga mendapatkan pesan yang bernada kecewa terkait dengan kejadian ini. “Menggugurkan harapan yang sudah didepan mata kenapa error dihari terakhir? Padahal tinggal nunggu kepastian,” bunyi SMS yang diterima SIGAP.

Sebelumnya, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono mengatakan, gangguan pada server yang mendukung pelaksanaan PPDB secara online itu disebabkan terbatasnya pita lebar (bandwidth) yang digunakan.

"Kerusakan terjadi akibat kapasitas bandwith-nya kurang," kata Ratiyono kepada Media Indonesia, Sabtu.

Kurangnya bandwith ini disebabkan oleh disatukannya jaringan pendaftaran online tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Dirinya mengakui, pihaknya tidak memprediksi jumlah pendaftar SMA dan SMK yang begitu banyak akan memperlambat jaringan pendaftaran online.

“Seharusnya sejak awal Diknas DKI sudah dapat memprediksikan jumlah peserta yang akan mendaftar. Percuma pakai teknologi kalau  kerjanya lambat. Lebih baik kembali saja ke sistem manual,” kesal Yani. (laporan Rusman/mi)

 

Arsip Berita