Kamis, 24 Mei 2012
Bengkulu: Puluhan Hektare Sawah Diserang Hama
Senin, 05 Juli 2010 08:42
AddThis Social Bookmark Button

 

Jakarta, 5/7 (SIGAP) – Hama tikus dan kepinding tanah menyerang puluhan hektare areal tanaman padi sawah milik petani di sejumlah desa di Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Akibatnya, sawah di Desa Pino dan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan  terancam gagal panen.

 

Demikian yang dikatakan Sahrudin, Ketua Kelompok Tani Makmur Desa Pasar Pino, Bengkulu Selatan, Sahrudin (38), Senin.

Menurunya, serangan hama tersebut mulai mengganas dua pekan terakhir ini, yang diduga akibat kekurangan pasokan air irigasi teknis yang dialirkan ke persawahan tersebut.

Sharudin mengatakan, jika tidak cepat ditanggulangi hama tersebut petani akan mengalami gagal panen pada musim tanam pada semester tahun ini. Namun menurut petani sudah sepakat untuk membasmi secara bersama-sama.

Sejak Minggu (4/7), ratusan petani dari beberapa desa dengan inisiatif sendiri mulai turun membasmi hama tersebut secara tradisonal. Mereka menggunakan racun hama bantuan Dinas Pertanian setempat.

Dalam kegiatannya itu petani mendapat bantuan dari petugas Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Pino Raya setempat dengan menerjunkan tim pengamat hama penyakit tanaman pangan (PHP) atau pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT).

Kedepan kata Sahrudin, para petani sepakat untuk mengatur pembagian air irigasi masing-masing areal persawahan secara bergiliran, sehingga air akan mengalir secara normal.

Dengan menjaga debet air mulai dari areal persawahan bagian hulu hingga ke wilayah hilir hamparan sawah petani setempat diharapkan dapat mengurangi ancaman hama tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu Muklis Ibrahim ketika dikonfirmasi menjelaskan pihaknya setelah menerima laporan serangan hama tersebut langsung menurunkan petugas ke lapangan mengecek kejadian itu sekaligus memerintahkan petugas untuk menanggulanginya.

"Serangan hama itu masih dapat ditanggulangi dengan menyemprotkan racun, namun jika padi sudah berumur di atas 60 hari kemungkinan besar akan gagal panen," ujarnya. (laporan Rusman/ant)

 

 

Arsip Berita