Kamis, 24 Mei 2012
HMI Mamuju Galang Dana Bantuan Gempa
Senin, 05 Juli 2010 06:18
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 5/7 (SIGAP) – Puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamuju Provinsi Sulawesi Barat masih melakukan aksi solidaritas menggalang dana untuk korban gempa berkekuatan 5,3 Skala Richter di Kabupaten Mamuju Utara (Matra). Aksi solidaritas berlangsung di perempatan Jalan Sultan Hasanuddin Mamuju.

Aktivis HMI menilai bantuan yang selama ini mengalir, baik dari pemerintah maupun masyarakat untuk korban gempa di Matra belum cukup untuk mengurangi beban hidup mereka. "Kami masih prihatin dengan kondisi korban gempa Matra yang kehilangan tempat tinggal, mereka masih membutuhkan bantuan dan uluran tangan berupa dana, sandang dan papan, karena bantuan untuk mereka selama ini belum cukup untuk mengurangi bebannya," kata Hamid salah seorang aktivis HMI.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada masyarakat di Mamuju maupun di daerah lain untuk terus memberikan perhatian kepada korban gempa Matra, baik moril maupun materil.

Aktivis organisasi mahasiswa ini menilai, bencana gempa di Kabupaten Matra adalah keprihatinan semua pihak di negeri ini.  Aksi ini dilakukan untuk menggugah rasa kemanusiaan terhadap mereka yang menjadi korban gempa. Pasalnya, para korban sangat membutuhkan uluran tangan dan bantuan dari masyarakat serta dermawan lainnya.

Keprihatinan yang sama juga ditunjukkan oleh Akbar Zainuddin, mantan Ketua Cabang HMI Ciputat.  Akbar mengakui, bahwa kelambanan pemerintah pusat maupun daerah membantu menangani korban gempa membuat organisasi seperti HMI turun ke lapangan. “Ini sebagai implementasi HMI yang concern dengan nasib masyarakat korban gempa,” katanya kepada SIGAP, Senin (5/7).

Kendati demikian, penulis buku Man Jadda Wa Jadda ini mengharapkan kepedulian terhadap korban gempa tidak melulu dengan gerakan pengumpulan dana. “Sudah saatnya HMI mencari terobosan baru, misalnya mencari formula baru, melalui teknologi, sebagai langkah preventif, mengantisipasi datangnya gempa. ”imbuhnya. Inilah tantangan yang harus dijawab oleh HMI sebagai organisasi mahasiswa Islam.

Seperti diketahui, gempa di Matra yang terjadi 16 Juni lalu merusak sekitar 100 unit bangunan, yakni 15 unit rumah hancur total, 85 unit rusak ringan. Bencana ini juga merusak sekitar 185 unit serta bangunan lainnya, yakni tiga bangunan sekolah, satu mushalla, dua unit kantor desa, satu unit kantor badan perwakilan desa (BPD), kantor Polsek Kecamatan Baras.

Bencana gempa yang terjadi di Mamuju juga menewaskan satu warga. Awal, demikian nama korban yang tewas itu, menjadi korban karena tertimbun longsor saat menambang pasir setelah gempa terjadi. Dilaporkan juga, empat korban kritis dan sekitar 130 korban lainnya dalam kondisi luka. (laporan Sofyan Badrie/ant)

 

 

Arsip Berita