Kamis, 24 Mei 2012
Pulau Sembilan: Korban Tanah Longsor Butuh Bantuan
Minggu, 04 Juli 2010 07:22
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 4/7 (SIGAP) – Bantuan sangat dibutuhkan para korban tanah longsor di Desa Maradapan, Pulau Sembilan, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Bantuan dari pemerintah daerah setempat sangat ditunggu guna memperbaiki rumahnya yang porak-poranda akibat longsor yang terjadi pada 17 Juni 2010. Akibat bencana longsor itu, sebanyak empat rumah warga RT 8 Desa Maradapan ambruk. Hal tersebut disampaikan Riadi, Konsultan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Riadi, di Kotabaru, Minggu.

"Kini mereka mengharapkan `uluran tangan` dari pemerintah daerah agar dapat membangun kembali rumahnya yang roboh," katanya.

Namun jelasnya, bantuan yang diharapkan itu hingga kini tidak kunjung datang, kata Riadi.

"Sebagin warga Desa Maradapan berinisiatif bergotong royong membangun kembali rumah mereka," katanya.

Sedikitnya dua unit rumah korban telah berhasil dibangun, dan satu unit yang lainnya juga berhasil didirikan warga secara swadaya, sementara satu unit yang lainnya belum dibangun.

"Tiga unit rumah itu dibangun dengan material yang diperoleh sebagian dari puing-puing bangunan yang roboh untuk didirikan kembali karena tidak ada dana," terangnya.

Sekarang, lanjut dia, untuk menyempurnakan bangunan itu, mereka mengharapkan bantuan dari pemerintah Kabupaten Kotabaru.

Riadi menjelaskan, ancaman terjadinya longsor masih menghantui warga daerah di Maradapan, terlebih curah hujan di daerah itu masih relatif tinggi.

Khususnya rumah-rumah warga yang dibangun di atas lempengan-lempengan batu sangat rawan menjadi korban longsor.

"Seperti empat buah rumah warga korban tanah longsor, rumah tersebut longsor setelah batu yang di bawah rumahnya bergerak akibat hujan deras yang terjadi hampir setiap hari dalam sebulan," ujarnya.

Dirinya mengimbau, warga Desa Maradapan yang berjumlah sekitar 1.220 orang itu agar lebih berhati-hati, terutama jika terjadi hujan deras terus-menerus dalam beberapa hari.

Sementara itu, Camat Pulau Sembilan Sudirman S Sos, hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait keinginan warga korban tanah longsor yang mengharapkan bantuan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Hariansyah MAP menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari desa maupun dari Camat Pulau Sembilan.

"Jika sudah ada laporan, kami akan mengajukan bantuan untuk warga korban longsor kepada Bupati Kotabaru," ujar dia.

Dirinya mengaku tidak dapat menjanjikan akan memberikan bantuan, karena memberikan bantuan sepenuhnya menjadi kewenangan Bupati Kotabaru.

Hariansyah mengatakan, jika Pemkab Kotabaru tidak dapat memberikan bantuan, ada kemungkinan pemerintah Provinsi Kalsel bisa memberikan bantuan.

Seperti pada korban puting beliung dan musibah yang lainnya di Kotabaru. Mereka mendapatkan bantuan dari Pemprov Kalsel yang diserahkan langsung oleh Gubernur Rudy Ariffin beberapa waktu lalu. (laporan Panji Al Husein/ant)

 

Arsip Berita