Kamis, 24 Mei 2012
Bank Dunia: Tahun 2020 Terjadi Kenaikan Kemiskinan di Negara Berkembang
Jumat, 02 Juli 2010 07:32
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 2/7 (SIGAP)- Bank Dunia dalam laporannya mengemukakan akan ada peningkatan jumlah orang yang sangat miskin di negara-negara berkembang sebanyak 26 juta pada tahun 2020. Bank Dunia juga memperkirakan selama 20 tahun berikutnya, perjuangan melawan kemiskinan bisa terhambat jika negara-negara dipaksa untuk memotong investasi modal produktif dan investasi SDM karena bantuan pembangunan yang lebih rendah dan pendapatan pajak berkurang.

 

“Jika arus bantuan bilateral menurun, seperti di masa lalu, hal ini akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan jangka panjang di negara-negara berkembang yang berpotensi meningkatkan jumlah orang yang sangat miskin pada tahun 2020 sebanyak 26 juta,” demikian Bank Dunia menyebutkan.

Bank Dunia juga mengemukakan, banyak negara-negara berkembang terus menghadapi kesenjangan pembiayaan serius.

Masih berdasarkan analisa dari lembaga keuangan dunia ini, secara keseluruhan kesenjangan pembiayaan dari negara-negara berkembang diproyeksikan menjadi US$210 miliar di tahun 2010, menurun menjadi US$180 miliar di tahun 2011, dan turun dari sekitar $352 miliar pada tahun 2009.

Modal swasta mengalir ke negara-negara berkembang yang diperkirakan akan pulih sedikit dari $454 miliar (2,7% dari GDP negara berkembang) pada tahun 2009 sampai US$771 miliar (3,2% dari PDB) pada 2012.

Angka tersebut masih jauh di bawah US$1,2 triliun (8,5% dari PDB) pada tahun 2007. Bank Dunia juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi 6% per tahun di negara-negara berkembang pada periode 2010-2012.

Perkiraan didasarkan pada antisipasi perlambatan ekonomi China setelah menikmati pertumbuhan ekonomi tingkat tertinggi hingga saat ini. Pada 2011 China akan mencapai pertumbuhan ekonomi 8,5%, turun dari prediksi 9,5% untuk 2010.

Kemiskinan dan MDGs

Secara umum, kemiskinan yang melanda sebagian besar negara yang sedang berkembang, tidak hanya menjadi masalah negara-negara yang bersangkutan tapi sudah menjadi permasalahan dunia.

Millennium Development Goals atau MDGs merupakan wujud kepedulian dunia-- terutama pemimpin negara-negara kaya yang tergabung dalam Kelompok Delapan (G8)-- terhadap kemiskinan yang disepakati anggota PBB dalam sebuah KTT global dan melahirkan Millennium Declaration, Sabtu (26/6). Kesepakatan ini merupakan suatu inisiatif global untuk mengurangi jumlah orang miskin di dunia menjadi separuhnya.

Setidaknya, ada tiga hal yang menjadi perhatian khusus yang dilakukan oleh negara berkembang termasuk Indonesia, yaitu pendidikan, kesehatan dan penanggulangan kemiskinan.

Upaya pencapaian target MDGs, selain berupaya meratakan pembangunan pendidikan, kualitas pendidikan juga harus ditingkatkan. Perubahan kebijakan pemerintah baik penganggaran maupun pelayanan, seyogyanya lebih diarahkan ke arah yang lebih pro-poor sebagai jalan keluar substantif demi tercapainya tujuan dan target MDGS.

Bidang kesehatan, alokasi anggaran layanan kesehatan masyarakat perlu ditingkatkan guna meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan baik pembangunan gedung, tenaga medis, tenaga paramedis, dan fasilitas-fasilitas lain. Di samping itu, subsidi kesehatan untuk keluarga miskin juga perlu ditingkatkan agar masyarakat miskin mampu menjangkau biaya berobat.

Dalam penanggulangan kemiskinan, upaya penanggulangan kemiskinan yang dilakukan seharusnya mengupayakan exit strategy sebagai alternatif model pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan ekonomi produktif. (laporan Rusman/bbc/kmp)




 

Arsip Berita