Kamis, 24 Mei 2012
Gunung Ibu di Maluku Utara Status Siaga
Kamis, 01 Juli 2010 17:09
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 1/7 (SIGAP)- Status “Siaga” diberlakukan untuk Gunung Ibu yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Propinsi Maluku Utara. Demikian analisis pemantauan kegempaan dan visual yang dilaporkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kepada Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) kepada SIGAP, Kamis (1/7). Dilaporkan sejak Rabu , 5 Agustus 2009 pukul 16.00 WIB, hingga hari Rabu, 30 Juni 2010 pukul 06.00 WIT status kegiatan Gunung Ibu masih tetap dalam keadaan “Siaga.”

Pemantauan secara intensif terus dilakukan oleh PVMG guna mengevaluasi kegiatan Gunung Ibu dengan tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (BPBD) setempat.

Berdasarkan data kegempaan yag diterima KSP BSB, sejak Selasa hingga Rabu (29-30 Juni 2010) dilaporkan, pada 29 Juni 2010 mulai pukul 18.00-24.00 terjadi 28 kali gempa letusan, 4 kali gempa hembusan , 37 kali gempa guguran sementara 7 kali terjadi gempa tektonik. Kondisi cuaca cerah, angin tenang, gunung api tertutup kabut. Dilaporkan, pada saat gunung teramati asap berwarna putih kelabu sedang, tinggi asap 200-300 m.

Sedangkan pada 30 Juni 2010 mulai pukul 00.00-06.00 terjadi 26 kali gempa letusan, 4 kali terjadi gempa hembusan, 39 kali gempa guguran, sementara 2 kali gempa tektonik.  Dilaporkan, cuaca cerah-angin tenang, gunung api tertutup kabut, pada saat gunung tampak jelas, teramati asap berwarna kelabu sedang, tinggi asap 400 m.

Berdasarkan laporan ini, diharapkan masyarakat di sekitar gunung Ibu untuk tenang, tidak perlu ada pengungsian. “Tidak terpancing dengan isu-isu tentang gunung Ibu,” demikian laporan PVMG.

Hingga saat ini, PVMG selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat. Untuk itu, PVMG menghimbau masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari BPBD Provinsi Maluku Utara dan BPBD Kabupaten Halmahera Barat.

Selain itu, masyarakat di sekitar dan pengunjung/wisatawan diharapkan tidak melakukan aktifitas pendakian dan mendekati Gunung Ibu dalam radius 2 km dari kawah Gunung Ibu.

Bila terjadi hujan abu cukup deras, kepada masyarakat disarankan agar menggunakan masker penutup hidung dan mulut, karena abu vulkanik yang terhirup dapat menganggu saluran pernafasan.

Abu vulkanik juga dapat merusak lahan tanaman, namun menurut PVMG dalam waktu 1 hingga 2 tahun kedepan dapat menyuburkan lahan yang baik untuk pertanian. (laporan Rusman/pvmg)

 

Arsip Berita