Kamis, 24 Mei 2012
Warga Bekasi Makan Keong dan Rumput
Kamis, 01 Juli 2010 06:55
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 1/7 (SIGAP) - Derita kemiskinan masih dirasakan warga di kota yang memiliki kawasan industri terbesar di Indonesia, Bekasi, Jawa Barat. Keluarga Bonin, misalnya, karena uang hasil membersihkan rumput tidak mencukupi untuk membeli lauk pauk, keluarganya menjadikan keong dan rumput sebagai lauk pauk sehari-hari.

Upah Bonin sebagai pembersih rumput dari pagi hingga sore hanya Rp20.000. Sedangkan ia harus menghidupi istri, dua anak, dan orangtuanya. Kerapkali keluarganya mengganti beras dengan singkong.

"Bantuan dari pemerintah Kabupaten Bekasi hanya saya rasakan tiga bulan sekali. Itu saja hanya beras sebanyak 3 liter," kata Masito, istri Bonin. Bonin dan warga miskin lainnya di Bekasi berharap agar pemerintah setempat memperhatikan nasib mereka.

Menanggapi peristiwa yang mengiris hati ini, Faisal, alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, yang berdomisili di Bekasi mengaku prihatin. “Bekasi tidak jauh dari pusat pemerintahan dan pusat ibu kota negara. Semestinya, pemerintah memiliki kepedulian terhadap warganya,” katanya kepada SIGAP, Kamis (1/7).

Kejadian ini membuktikan bahwa pemerintah lalai mengurusi warga Negara. “Tidak hanya pemerintah, partai politik pun tidak memiliki kepedulian terhadap warga miskin. Mereka hanya berwacana soal penanggulangan kemiskinan tanpa ada tindak nyata menanggulangi kemelaratan,” tegas pria asal Palembang ini, geram. (laporan Sofyan Badrie/liputan6.com)

 

Arsip Berita