Kamis, 24 Mei 2012
Gempa Terjadi di Pariaman, Early Warning System Stafsus Presiden Terbukti
Rabu, 30 Juni 2010 14:21
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 30/6 (SIGAP)- Gempa berkekuatan 5,3 skala Richter mengoyang Pariaman, Sumatera Barat pada pukul 17.54 WIB di kedalaman 69 km. Ini menadakan Early Warning System yang di informasikan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) sebelumnya terbukti.

Gempa di Pariaman terjadi pada 0.79  LS -99.59 BT dengan kedalaman 69 km. Pusat gempa berada di wilayah 61 km Barat Daya Pariaman-Sumbar, 86 km Barat Laut Padang-Sumbar, 102 km Barat Daya Bukit Tinggi-Sumbar,1002 km Barat Laut Jakarta-Indonesia.

Terkait gempa yang terjadi di Pariaman, Asisten SKP BSB Erick Ridzky menjelaskan, didalam melakukan pemantauan pihaknya menggunakan 2 pendekatan, yakni teknikal statistik  terjadinya gempa dan pendekatan ilmu kebumian.

Dalam pengamatan secara teknikal statistik, SKP BSB menemukan satu pola, apabila gempa terjadi di wilayah andaman dan Nicobar ada kecenderungan akan terjadi gempa di sebelah selatan kepulauan tersebut, yaitu di sepanjangan patahan sebelah barat pulau Sumatera.

Berdasarkan analisis dengan dua pendekatan itu, prediksi SKP BSB akan terjadi gempa di laut sebelah barat Sumatera dan kota Padang menjadi kenyataan. “Terjadinya gempabumi di Sumatera pada hari ini telah terbukti sesuai dengan kecenderungan yg telah kami analisis berdasarkan data-data statistik gempa di wilayah lain yang mempengaruhinya,” Ujar Erick kepada SIGAP (30/6).

Hingga saat ini Kantor SKP BSB masih memantau perkembangan gempa di Pariaman dan diwilayah Indonesia lainnya. Didalam pemantauannya, SKP BSB kerapkali melakukan koordinasi  dan sinkronisasi dengan berbagai instansi terkait seperti halnya BMKG, Badan Geologi, dan BNPB, serta beberapa  ahli gempa dari ITB. (laporan Rusman/bmkg)

 

Arsip Berita