Kamis, 24 Mei 2012
Korban Banjir Buat Gerakan “Koin Untuk Citarum”
Selasa, 29 Juni 2010 05:08
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 29/6 (SIGAP) - Warga korban banjir dari Kecamatan Baleendah, Dayeukolot dan Andir, Kabupaten Bandung, membuat gerakan "Koin untuk Citarum".

"Ini bukan untuk menyindir pemerintahan, tapi justru kami ingin membantu pemerintah dalam mengatasi masalah banjir di Bandung Selatan,"  kata perwakilan warga, Edi Yusuf, di Gedung DPRD Provinsi Jabar, Jalan Diponegoro Bandung.

Ditemui usai melakukan pertemuan dengan Komisi D DPRD Jawa Barat, Edi mengatakan, awal mula tercetusnya ide membuat gerakan "Koin Untuk Citarum" terinsipari oleh gerakan "Koin Untuk Prita".

"Kami melihat gerakan koin untuk Prita sangat bermanfaat dan berdampak besar. Nah, dari sana munculah ide bagaimana kalau untuk mengatasi banjir di Cieunteung dan wilayah Bandung Selatan lain ini dengan mengumpulkan koin," kata Abah sapaan akrab Edi Yusuf.

Menurutnya, koin tersebut rencananya akan diberikan kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan untuk mengatasi masalah banjir di kawasan Bandung Selatan.  "Tadinya hari ini mau diserahkan kepada gubernur, tapi gubernurnya tidak ada dan sedang bertugas ke luar kota jadi kami bawa pulang kembali," katanya.

Dikatakannya, aksi pengumpulan "Koin Untuk Citarum" ini sudah dilakukan sebelum peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Khotimi Bahri, alumnus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Gunung Djati, Bandung, kini Universitas Islam Bandung, mengaku prihatin dengan kelambanan pemerintah setempat untuk membantu korban banjir.  “Pihak Pemrov sangat lamban, padahal musibah ini sudah lama terjadi. Apa yang dilakukan masyarakat tersebut merupakan wujud kritik dan protes sosial,” katanya kepada Sigap, Selasa (29/6).

Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Bandung ini meminta agar pihak pemrov mengutamakan kepentingan masyarakat kecil.  “Ini sesuai dengan janji-janji Ahmad Heryawan-Dede Yusuf, gubernur  dan wakil gubernur Jabar, saat kampanye dulu,” tegas Khotimi.  (laporan Sofyan Badrie/ant)

 

Arsip Berita