Kamis, 24 Mei 2012
SKP BSB Pantau Pasca Gempa Tasikmalaya
Senin, 28 Juni 2010 13:09
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 28/6 (SIGAP) – Gempa yang melanda Tasikmalaya, Sabtu (26/6) di Perairan Selatan Tasikmalaya, Jawa Barat mendapat laporan cepat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jakarta, USGS, Amerika Serikat dan data-data lainnya. Demikian yang disampaikan Erick Ridzky, Asistensi Staf  Khusus Presiden bidang Bencana dan Bansos (SKP-BSB) kepada SIGAP.

Berdasarkan informasi  BMKG,  gempa terjadi pada pukul 16:50:45 WIB, pusat gempa berada pada koordinat 8.37°LS dan 107,98°BT dengan magnituda 6,3 skala Richter pada kedalaman 34 km, berada pada 118 km Baratdaya Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sedangkan berdasakan USGS, lanjut Ericks, pusat gempa berada pada koordinat 8.055°LS dan 108,072°BT dengan magnitude 5,8 Mw pada kedalaman 75 km, berada pada 80 km selatan-baratdaya Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dikatakannya, kondisi geologi daerah terkena gempa di wilayah selatan Jawa Barat pada umumnya disusun oleh batuan sedimen, batuan gunung api, dan batuan berumur Tersier lainnya yang telah mengalami pelapukan. Di sebelah utaranya disusun oleh alluvium, batuan gunung api dan batuan lainnya berumur Kwarter. Batuan-batuan tersebut bersifat urai, lepas, unconsolidated sehingga bersifat memperkuat efek goncangan gempa.

“Gempa ini disebabkan oleh aktivitas penujaman (subduksi) lempeng Samudra Hindia ke arah bawah lempeng Eurasia, sehingga menurut hasil rekaman seismometer di Pos Gunung api Galunggung di Tasikmalaya gempa ini memiliki lama gempa 400 detik dengan intensitas gempa yang dirasakan sebesar III pada skala MMI (Modified Mercalli Intensity-red),” jelasnya.

Pantauan Kantor SK BSB, rekaman seismometer di pos Gunung api Papandayan di Garut, gempa ini memiliki lama gempa 776 detik dengan intensitas gempa yang dirasakan sebesar III MMI.

Hasil penyelidikan lapangan yang dilakukan Kapolsek Cipatujah, belum dilaporkan adanya kerusakan akibat gempa ini. Sementara dari BMKG diinformasikan, gempa dirasakan di beberapa kota di Jawa Barat.

Pusat gempa berada pada kedalaman 50-100 km, sehingga dampaknya bersifat meluas namun dengan intensitas yang masih relatif kecil. “Hingga laporan ini dibuat, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa ini,” ujarnya.

Menyangkut rekomendasi, SKP BSB menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Mampu menyaring informasi, dan jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa dan tsunami. “Meski masyarakat harus tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang energinya lebih kecil dari gempa utama. Gempa ini tidak menimbulkan tsunami, karena walaupun gempa berpusat di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu tsunami,” pungkasnya. (laporan wa prasetya/ant)

 

 

Arsip Berita