Kamis, 24 Mei 2012
Sulbar Butuh UPT Penanganan Bencana
Senin, 28 Juni 2010 09:22
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 28/6 (Sigap) - Sulawesi Barat (Sulbar) membutuhkan unit pelayanan terpadu untuk penanggulangan bencana termasuk mengatasi dampaknya secara cepat. Demikian kata Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh.

"Sulawesi Barat (Sulbar) merupakan daerah rawan bencana seperti tanah longsor, gempa bumi, dan banjir yang bisa menyebabkan jatuhnya korban jiwa serta rusaknya bangunan dan infrastruktur di antaranya jalan dan jembatan," kata Anwar, Senin (28/6) di Mamuju.

Dirinya menjelaskan, kerusakan akibat bencana tersebut terkadang tidak dapat segera ditanggulangi karena tidak adanya alat berat yang bisa dioperasionalkan secara cepat. "Dampak bencana selalu menimbulkan gangguan terhadap perekonomian masyarakat, seperti ketika jalan dan jembatan putus, sementara pemerintah tidak bisa secara cepat menanggulanginya karena tidak adanya alat berat yang bisa dimobilisasi secara cepat," katanya.

Oleh karena itu, dirinya meminta agar di Sulbar dibangun unit pelayanan terpadu (UPT) penanggulangan bencana guna mengantisipasi dampak bencana yang terjadi di wilayah ini secara cepat.

Sementara itu, Daniel Murdiyarso, peneliti senior Center for International Forestry Research (CIFOR) mengatakan, untuk menangani bencana alam, Indonesia sebenarnya telah memiliki lembaga, yakni Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) Penanganan Bencana di tingkat nasional.

Selain itu, dibantu satuan koordinasi pelaksana (Satkorlak) di tingkat provinsi, satuan pelaksana (Satlak) di tingkat kabupaten dan satuan tugas (satgas) di lokasi bencana. ''Bakornas adalah lembaga koordinasi dan bukan badan pelaksana atau badan yang memiliki kebijakan tertentu dalam hal penanganan bencana,'' jelasnya, kepada SIGAP, Senin (28/6).

Terlepas dari kapasitas dan kemampuan yang dimiliki, kata Daniel, infrastruktur tersebut dapat dijadikan sebagai titik awal dan pintu masuk pengembangan Iptek yang terkait dengan bencana alam. ''Sangatlah positif untuk memperhatikan pintu masuk Iptek dalam berinteraksi secara positif di setiap elemen dan kegiatan pengelolaan bencana,'' tegasnya. (laporan Sofyan Badrie/ant.)

 

Arsip Berita