Kamis, 24 Mei 2012
Pemimpin G8: "MDGS" Terancam Krisis Global
Senin, 28 Juni 2010 03:52
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 28/6 (SIGAP) - Para pemimpin negara-negara kaya yang tergabung dalam Kelompok Delapan (G8), Sabtu (26/6), mengingatkan pemulihan ekonomi global dari krisis yang masih rapuh.

Kondisi ini membahayakan upaya mencapai Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) tahun 2015 yang dicanangkan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

MDGs sendiri ditujukan untuk pembangunan Milenium, yang secara kuantitatif  mesti dicapai dalam jangka waktu tertentu, terutama persoalan penanggulangan kemiskinan pada tahun 2015. Tujuan ini dirumuskan dari ‘Deklarasi Milennium’,  dimana Indonesia menjadi salah deklator dari 189 negara yang ditandatangani pada September 2000.

Delapan Tujuan Pembangunan Milenium juga menjelaskan mengenai tujuan pembangunan manusia, yang secara langsung juga dapat memberikan dampak bagi penanggulangan kemiskinan ekstrim. Masing-masing tujuan MDGs terdiri dari target-target yang memiliki batas pencapaian minimum yang harus dicapai Indonesia pada 2015.

Indonesia sendiri memiliki  target pencapaian MDGs yang harus ditindak lanjuti. Pertama, Mengentasan Kemiskinan Ekstrim dan Kelaparan. Kedua, Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua. Ketiga, mendukung Kesetaraan Gender dan Memberdayakan Perempuan. Keempat, Mengurangi Tingkat Kematian Anak. Kelima, Meningkatkan Kesehatan Ibu. Keenam, Memerangi HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya. Ketujuh,  Memastikan Kelestarian Lingkungan, dan Kedelapan, Mengembangkan Kemitraan untuk Pembangunan.

"Pertemuan tahunan kami (G8) berlangsung disaat dunia mulai pulih dari krisis ekonomi terbesar sepanjang generasi," demikian isi komunike bersama pertemuan para pemimpin G8.

Melambatnya perekonomian dunia itu mengancam upaya negara-negara berkembang mencapai MDGs.

"Krisis telah sangat mengganggu upaya mencapai target MDGs 2015. Diperlukan komitmen bersama baru," kata para pemimpin G8 itu.
Dalam hal ini, baik kelompok negara maju dan berkembang "harus bekerja lebih banyak".

Para aktivis yang menggelar pertemuannya bersamaan dengan KTT G8 di Kanada mengkritik dan menuduh negara-negara terkaya dunia itu gagal memenuhi janjinya lima tahun lalu.

Ketika itu, G8 berjanji menggelontorkan dana bantuan 20 miliar dolar AS.

Pada KTT yang berlansung Kanada itu, para pemimpin G8 berjanji memperbaiki mekanisme monitoring mereka sehingga di masa mendatang mereka bisa diminta memenuhi tanggungjawabnya sekiranya mereka mengabaikan janji.

"Kami, Kelompok Delapan, siap melaksanakan kepemimpinan dan memenuhi kewajiban kami," kata para pemimpin G8 dalam komunike bersama itu.

Negara-negara anggota PBB sepakat untuk mengupayakan pencapaian target pembangunan milenium tahun 2015 guna mengurangi tingkat kemiskinan dan kelaparan, meningkatkan hak perempuan dan anak, serta memperbaiki mutu pendidikan. (laporan wa prasetya/ant)

 

Arsip Berita