Kamis, 24 Mei 2012
BPBD Imbau Masyarakat Waspadai Hujan Lebat Di Laut Maluku
Selasa, 14 Juni 2011 16:32
AddThis Social Bookmark Button

Ambon, 14/6 (SIGAP) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku mengimbau masyarakat agar mewaspadai hujan lebat disertai petir yang diperkirakan terjadi di laut Maluku dan Buru pada 15 Juni 2011.

Kepala BPBD Maluku, Chris Hehanussa, di Ambon, Selasa (14/6) mengatakan, imbauan tersebut berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat maupun bandara internasional Pattimura sehubungan musim hujan mengguyur daerah ini sejak 1 April 2011.

"Jadi para pemilik maupun pengguna jasa transportasi, terutama laut agar memperhatikan peringatan dini tersebut sehingga bisa diantisipasi kemungkinan terjadinya musibah tidak diinginkan," ujarnya.

Imbauan tersebut sudah diteruskan kepada Bupati dan Wali Kota se- Maluku agar berkoordinasi dengan dinas/ badan teknis guna mengantisipasi terjadi musibah laut tidak diinginkan.

"Maluku memiliki laut sekitar 92,4 persen atau 658.294,69 km2 dari wilayah seluas 712.479,65 km2 sehingga cuaca ekstrim cukup mengganggu kelancaran transportasi antarpulau di daerah ini sebanyak 1.340 buah," kata Chris.

Chris juga menjelaskan tentang tinggi gelombang di Maluku pada 14 - 18 Juni 2011 yang diperkirakan mencapai 4 - 5 meter di laut Aru, laut Banda dan perairan Tanimbar.

Sedangkan gelombang 2 - 4 meter terjadi di laut Seram dan laut Arafura.

Chris mengemukakan, para kepala pelabuhan dan syahbandar hendaknya mencermati peringatan gelombang tersebut agar sekiranya perlu tidak menerbitkan Surat Ijin Berlayar (SIB).

"Langkah antisipasi perlu diprioritaskan dengan memeriksa juga kelaikan armada guna menjamin keselamatan pelayaran yang sering diabaikan, baik para pengguna maupun pemilik transportasi laut tersebut," ujarnya.

Dirinya mengakui, sering bila terjadi musibah laut, maka aparat kepelabuhan yang dituding lalai dalam mengantisipasi peristiwa tersebut.

"Pengguna transportasi laut sebenarnya yang sering memaksakan nakhkoda dan anak buah kapal untuk berlayar dengan ancaman demonstrasi sehingga mengangkut melebihi kapasitas maupun tidak memperhatikan kelaikan dan keselamatan pelayaran," kata Chris Hehanussa.(laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita