Kamis, 24 Mei 2012
BMKG: Tinggi Gelombang Di Perairan NTT Beriksar 3-5 Meter
Selasa, 14 Juni 2011 04:54
AddThis Social Bookmark Button

Kupang, 14/6 (SIGAP) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang memprediksi tinggi gelombang di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur saat ini berkisar antara 3-5 meter.

"Kondisi ini terjadi akibat adanya tekanan tinggi di wilayah Australia bagian selatan dalam beberapa hari terakhir ini," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Stasiun El Tari Kupang Saiful Hadi di Kupang, Selasa (14/6).

Dirinya menambahkan tinggi gelombang pada kisaran antara 3-5 meter sangat berbahaya bagi armada pelayaran yang melintas di wilayah perairan NTT.

"Dari hasil pemantauan satelit, saat ini sedang terjadi tekanan tinggi di wilayah Australia bagian selatan dan itu berdampak pada tinggi gelombang di wilayah perairan NTT," katanya.

Gelombang setinggi 3-5 meter itu berpeluang terjadi di perairan Nusa Tenggara Timur bagian selatan dan timur seperti di Laut Sawu, Selat Rote dan Laut Timor dan Laut Arafuru.

Khusus untuk Laut Flores, pergerakan gelombang antara 3-4 meter, sedang di wilayah pantai selatan Sumbawa gelombang berkisar antara 3-5 meter.

Sementara untuk Selat Ombai tinggi gelombang antara 3,0-4,0 meter dan Selat Sape pergerakan gelombang mulai 3,0-4,0 meter.

Dirinya mengatakan, kondisi yang terjadi di wilayah perairan NTT saat ini diperkirakan akan berlangsung 3-4 hari ke depan.

Namun tidak tertutup kemungkinan lebih lama karena sangat bergantung pada perkembangan cuaca di Australia.

Saiful Hadi menjelaskan, kondisi cuaca di perairan NTT saat ini telah disampaikan ke publik melalui situs maupun lewat berbagai media yang ada, termasuk ke lembaga dan badan pengelola penyeberangan kapal laut, penerbangan udara dan lainnya untuk diketahui dan selalu waspada.

Saiful Hadi juga mengingatkan kepada para pengelola penyeberangan kapal laut untuk selalu waspada, karena tinggi gelombang di perairan NTT saat ini bisa membahayakan keselamatan pelayaran.

Pihak Ferri Indonesia cabang Kupang belum berani untuk mengoperasikan armadanya untuk melayani lintas penyeberangan di NTT, karena keadaan gelombang laut dinilai sangat tidak bersahabat. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita