Kamis, 24 Mei 2012
Pelaksanaan Sensus Sapi Telah Capai 50 Persen
Selasa, 14 Juni 2011 02:58
AddThis Social Bookmark Button

Bandung, 14/5 (SIGAP) - Pelaksanaan sensus sapi yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di Indonesia sudah mencapai 45 hingga 50 persen dalam waktu 13 hari dari awal Juni 2011.

"Sekarang sudah masuk kira-kira hampir 45 hingga 50 persen, dalam waktu 13 hari. Memang pelaksanaannya itu satu bulan penuh selama bulan Juni dan lancar," kata Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heryawan di Kota Bandung, Senin (13/6).

Rusman mengatakan, saat ini pihaknya sedang gencar melakukan sensus sapi yang nantinya akan digunakan sebagai data awal terwujudnya swasembada daging sapi pada 2014.

"Memang kegiatan sensus sapi ini kita laksanakan dalam rangka merespon keinginan pemerintah dalam hal terwujudnya swasembada sapi," katanya.

Rusman mengatakan, untuk pemenuhan kebutuhan sapi dalam negeri pada masa datang, pemerintah tidak akan lagi mengimpor sapi baik bakalan, sapi hidup, maupun sudah berbentuk daging atau bakal sapi.

Menurutnya, dana untuk melakukan sensus sapi tersebut akan menggunakan anggaran Kementerian Pertanian sebesar lebih dari Rp 200 miliar.

Sensus ini, lanjut Rusman, dinilai penting karena untuk memenuhi target swasembada di Indonesia dan kegiatan serupa sebenarnya tercakup dalam Sensus Pertanian 2013.

"Jadi jenis sapinya apa, kondisi sapi pada kelompok apa, persebarannya, daerah potensi, prospek pengembangbiakan di satu daerah, daya dukung lahan dan lingkungan, semuanya dipetakan," katanya.

Dikatakannya, sensus terhadap sapi yang baru kali pertama dilakukan BPS itu ditargetkan rampung pada akhir Juli mendatang.

"Kalau data siap, pada 2012, kami rasa efektif jalankan 'roadmap' baru menuju swasembada daging sapi." Pihaknya menambahkan, data keberadaan sapi di Tanah Air memang tak terpetakan dengan baik. Data yang tersedia tidak menunjang program yang hendak dituju pemerintah.

"Mayoritas data sapi berasal dari produk administrasi, laporan rutin yang kita belum yakin betul karena tidak dideteksi langsung ke lapangan," ujar Rusman. (laporan sofyan/ant)

 

Arsip Berita