Kamis, 24 Mei 2012
Pemprov Sumut Buka 3.200 Hektare Lahan Baru Padi Di 12 Kabupaten
Sabtu, 11 Juni 2011 08:39
AddThis Social Bookmark Button

Medan, 11/6 (SIGAP) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera membuka 3.200 hektare lahan baru untuk tanaman padi di 12 kabupaten guna meningkatkan hasil panen, atau minimal mencapai target produksi 2011 sebanyak 3,648 juta ton gabah kering panen.

"Dana untuk pembukaan lahan baru seluas 3.200 hektare itu sebesar Rp22,4 miliar, sudah turun dari pemerintah pusat," kata Kabid Pengelolaan Lahan, Air dan Sarana Dinas Pertanian Sumut Adam B Nasution di Medan, Sabtu (11/6).

Menurut Adam, saat ini Pemerintah Provinsi Sumut sedang mempersiapkan calon petani calon lokasi (CPCL) agar program itu bisa segera dilaksanakan.

Sebanyak 12 kabupaten yang akan menjadi wilayah areal tanaman padi di Sumut tersebut adalah Kabupaten Mandailing Natal seluas 600 hektare, Labuhan Batu Utara 600 hektare, Nias Selatan 400 hektare, Asahan 400 hektare dan Labuhan Batu Selatan 250 hektare.

Kemudian Tapanuli Selatan 200 hektare, Labuhan Batu 200 hektare, Langkat 150 hektare, Simalungun 150 hektare, Dairi 100 hektare, Pakpak Bharat 100 hektare dan Padang Lawas 50 hektare.

Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp7 juta per hektare untuk setiap kelompok petani yang mengelola lahan itu, dengan harapan produktivitas padi bisa mencapai rata-rata 3,5 ton per hektare.

"Dengan pembukaan lahan baru 3.200 hektare itu diharapkan bisa menaikkan produksi padi di Sumut seperti yang diharapkan pemerintah pusat dalam upaya menjaga stabilitas persedian bahan pangan," katanya.

Menurutnya, ancaman krisis pangan sudah menjadi masalah global, sehingga Indonesia sudah mengambil langkah-langkah pengamanan.

Mengenai apakah lahan baru tersebut di lahan sawah kering yang masih belum digarap, atau bahkan di rawa yang arealnya luas di Sumut, menurut Adam tidak menjadi masalah, asalkan arealnya memang bisa ditanam dan menghasilkan padi dengan produktivitas tinggi.

Adam mengatakan pencetakan lahan baru untuk tanaman padi di Sumut sudah mendesak, mengingat alih fungsi lahan di daerah itu semakin tinggi atau sudah mencapai tiga persen pada 2010.

"Selain membuka lahan baru, Pemerintah Provinsi Sumut dewasa ini juga sedang gencar melakukan pengawalan atas keberadaan lahan padi yang sebelumnya sudah ada agar tidak beralih fungsi dan termasuk mengawal hasil panen padi petani," katanya.

Sementara itu, Kabid Bina Tanaman Pangan Dinas Pertanian Sumut Bonar Sirait menyebutkan dari target produksi hingga akhir 2011 sebanyak 3,648 juta ton GKP, hingga April lalu sudah mencapai 1,669 juta ton GKP, atau 107 persen dari target 1,560 juta ton GKP.

Meski kemarau melanda di Sumut, kata dia hingga awal Juni 2011 belum ada laporan mengenai gangguan panen, dan itu tentunya melegakan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat yang mengharapkan produksi padi meningkat guna menjaga ketahanan pangan. (laporan sofyan/ant)

 

Arsip Berita