Kamis, 24 Mei 2012
BMKG: Diperkirakan Gelombang Laut Di Perairan Bengkulu 2 Meter
Jumat, 10 Juni 2011 03:45
AddThis Social Bookmark Button

Bengkulu, 10/6 (SIGAP) - Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meterologi Fatmawati Seokarno Bengkulu menyebutkan, tinggi gelombang laut di perairan Bengkulu diperkirakan antara 1,3 hingga 2 meter, sama dengan kondisi di perairan Enggano.

"Embusan angin di dua perairan itu 12 jam ke depan juga satu arah yaitu dari timur laut hingga barat daya dengan kecepatan angin berkisar antara 03-15 knots," kata analisis BMKG Stasiun Meterologi Fatmawati Seokarno Bengkulu, Harist Syahid Hakim, di Bengkulu, jumat (10/6).

Tinggi gelombang laut di Samudra Hindia Barat Bengkulu berkisar antara 1,5 hingga 2,5 meter, embusan angin berpeluang dari arah timur laut hingga selatan dengan kecepatan 05-17 knots.

Analisa pantauan citra satelit cuaca, katanya, terlihat peluang pertumbuhan awan dan hujan kadang disertai guntur di wilayah Pesisir Pantai Barat Sumatera, Mentawai, dan Nias.

Angin di wilayah Bengkulu pada umumnya bertiup dari timur hingga barat dengan kecepatan berkisar antara 05-25 kilometer per jam atau antara 03-14 knots.

Dirinya memperkirakan cuaca di wilayah Bengkulu 12 jam ke depan umumnya cerah dan berawan, dengan suhu udara antara 24-32 derajat Celcius dan kelembaban antara 58-95 persen.

Seorang nelayan S. Tauruk, mengatakan, para nelayan di kawasan pesisir Bengkulu ragu-ragu untuk melaut karena embusan angin di perairan Bengkulu cukup kencang meskipun gelombang laut saat ini umumnya rendah.

"Kami nyaris terjebak gelombang tinggi karena sebelum menebar jaring tiba-tiba angin kencang tiba, sehingga membuat haluan kapal ikan berbalik arah dan sulit terkendali," katanya.

Dirinya mengatakan, nelayan berhati-hati melaut karena cuaca kurang menguntungkan itu.

Hasil tangkapan mereka, katanya, makin menurun akibat gelombang tinggi belum lama ini.

Kepala BMKG Fatmawati Soekarno Bengkulu, Suparwi, mengimbau, nelayan selalu waspada karena cuaca di perairan Bengkulu akhir-akhir ini ekstrem.

"Dan sering terjadi gelombang tinggi dadakan," katanya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita