Kamis, 24 Mei 2012
Petani Di Langkat Mengeluh Harga Pupuk Tinggi
Jumat, 10 Juni 2011 03:37
AddThis Social Bookmark Button

Langkat, Sumut, 10/6 (SIGAP) - Petani di Kabupaten Langkat Sumatera Utara, kini mengeluh karena harga pupuk terus melambung, membuat petani kesulitan untuk membelinya.

"Harga pupuk terus melambung tinggi terutama jenis urea dan paska," ujar salah seorang petani, Kasiyan, di Babalan, Jumat (10/6).

Melambungnya harga pupuk urea dan paska membuat petani menjadi bigung, karena harus membeli pupuk yang mahal, katanya.

Untuk pupuk urea harganya di pasaran sekarang ini mencapai Rp195 ribu per sak, sedangkan pupuk paska haranya mencapai Rp155 ribu per saknya pula.

Ketika ditanyakan keberadaan pupuk bersubsidi jenis urea, Kasiyan menjelaskan pula, bahwa pupuk tersebut sudah menghilang sejak yahun 2010 yang lalu di pasaran, katanya.

Tidak hanya itu saja, di kecamatan Babalan, hingga kini tahun 2011 pupuk urea bersubsidi sudah menghilang.

Salah seorang petani di Stabat, Marwan, juga mengeluhkan hal yang sama. Sejak beberapa bulan ini harga pupuk urea mengalami kenaikan, sehingga petani mulai 'menjerit'.

"Petani mulai menjerit, dikerenakan harga pupuk yang terus melambung tinggi," katanya.

Sementara itu, kata Marwan pula, pembelian harga gabah padi petani saat ini cukup rendah sekitar Rp2.500 per kg, sementara jika gabah sudah dijadikan beras harganya bisa mencapai Rp6.500 - Rp7.000 per kg-nya.

Disampaikan Marwan pula, bahwa sebelumnya harga pupuk urea ketika dibeli di kelompok tani harganya sekitar Rp85.000 per sak, namun sekarang harganya semakin tinggi.

Untuk itu mereka sangat berharap perhatian Pemerintah Kabupaten Langkat, untuk dapat mengatasi kelangkaan pupuk ini agar petani bisa menikmati hasil dari apa yang ditanam mereka. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita