Kamis, 24 Mei 2012
Distanak: Minat Petani Bangka Menanam Padi Meningkat
Jumat, 10 Juni 2011 03:28
AddThis Social Bookmark Button

Sungailiat, Bangka 10/6 (SIGAP) - Minat petani di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung untuk menanam padi semakin meningkat dengan bertambahnya areal persawahan dari 2.720 hektare pada 2009 menjadi 3.139,12 hektare pada 2010.

"Motivasi para petani saat ini membuka lahan baru cukup tinggi untuk ditanami padi dalam upayanya mendukung program swasembada beras," ujar Kabid Pertanian Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Bangka, Awaluddin di Sungailiat, Kamis (9/6).

Menurut Awaluddin, menanam padi merupakan hal baru dan baru sebagai pekerjaan sambilan bagi sebagian besar petani daerah tersebut karena rata-rata petani Bangka hanya memiliki keahlian bertani lada dan karet.

Awaluddin mengatakan, data sementara 2010 luas lahan sawah dan ladang untuk tanaman padi di Bangka seluas 3.139,12 hektare yang terdapat di kecamatan Mendo barat seluas 757,41 hektare terdiri dari sawah 193,77 heltare dan ladang 563,64 hektare, Riau Silip 510,55 hektare terdiri dari sawah 196 hektare dan ladang 314,55 hektare, Puding Besar 372,32 hektare terdiri dari sawah 178,77 hektare dan ladang 193,55 hektare.

Selanjutnya, Merawang luas lahan 432,89 hektare terdiri dari sawah 155 hektare dan ladang 277,89 hektare, Bakam 501,32 hektare terdiri dari sawah 25 hektare dan ladang 476,32 hektare, sementara ada tiga kecamatan yang tidak memiliki sawah karena belum tersedia sarana irigasi meliputi Belinyu terdapat ladang seluas 158,12 hektare, Sungailiat luas ladang 283,43 hektare, Pemali luas ladang 123,09 hektare.

"Sejak 2005 luas lahan tanaman padi terus meningkat setiap tahunnya seiring kinerja baik dari para petugas penyuluh lapangan untuk memberi pengertian kepada para petani akan pentingnya swasembada beras yang dicanangkan Pemerintah pusat," ujarnya.

Dirinya menjelaskan, pada 2009 luas lahan 2.720 hektare terdiri atas sawah 486 hektare dan ladang 2.234 hektare.

Pada 2008 luas lahan 1.654 hektare terdiri atas sawah 427 hektare dan ladang 1.227 hektare, 2007 luas lahan 1.862 hektare terdiri atas sawah 285 hektare dan ladang 1.557 hektare, 2006 meningkat menjadi 1.535 hektare terdiri atas sawah 180 hektare dan ladang 1.355 hektare dan 2005 di Bangka terdapat 1.003 hektare yang terdiri atas sawah 195 hektare dan ladang 808 hektare.

Menurutnya, berbagai upaya terus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan hasil panen padi karena sampai saat ini produksi padi petani Bangka baru mencapai sekitar 15 persen dari kebutuhan masyarakat, sehingga pasokan beras didatangkan dari Sumsel dan Jawa.

Dirinya mengatakan, rendahnya hasil panen disebabkan pengetahuan petani menggarap lahan padi masih rendah dan kurang serius dalam merawat tanaman, hal itu dapat dilihat dari hasil panen yang seharunya bisa mencapai 3,5 ton sampai 4 ton per hektare untuk sawah dan 2,5 ton sampai 3 ton per hektare untuk ladang.

"Tetapi karena kurangnya pengetahuan menanam padi, petani Bangka hanya menghasilkan padi maksimal 3,5 ton per hektare untuk sawah dan maksimal 1,7 ton untuk ladang," katanya.

Dirinya mengatakan, dengan pengetahuan dan ketrampilan yang meningkat, diharapkan petani semakin banyak membuka dan memanfaatkan lahan-lahan kosong yang banyak terdapat di daerah tersebut untuk meningkatkan produksi padi dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Masa panen padi yang singkat, hanya sekitar 100 hari setelah tanam diharapkan semakin memotivasi petani membuka sawah dan ladang baru untuk menanam padi, dan program bantuan langsung bibit unggul (BLBU) dan bantuan langsung pupuk (BLP) juga menjadi faktor meningkatnya luas lahan padi," ujarnya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita