Kamis, 24 Mei 2012
Dinkes Sumut Temukan 200 Penderita Kusta
Jumat, 10 Juni 2011 01:52
AddThis Social Bookmark Button

Medan, 10/6 (SIGAP) - Penyakit kusta menjadi salah satu perhatian Dinas Kesehatan Sumatera Utara, mengingat tahun 2010 ditemukan 200 penderita penyakit tersebut di beberapa kabupaten/kota di daerah itu.

Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Sukarni, di Medan, Kamis (9/6) mengatakan, sebanyak 200 penderita penyakit kusta itu, 129 orang diataranya merupakan laki-laki.

Sementara kota yang terbanyak penderita kusta baru adalah Kota Medan dengan 36 penderita, sedangkan Sibolga, Tapanuli Selatan, Nias dan Padang Lawas masing-masing 14 penderita kusta.

"Masih tingginya jumlah penderita kusta baru ini tentunya menjadi perhatian yang serius bagi kita. Untuk itu daerah diimbau lebih aktif lagi melakukan sosialisasi kemasyarakat," katanya.

Dirinya mengatakan, penyakit kusta jika dilihat dari jenis kumannya terbagi dua, yaitu jenis Pansa Bacilus (PB) atau penderita dengan sedikit kuman dan Multi Bacillus (MB) atau penderita yang memiliki banyak kuman.

Untuk penderita PB atau dengan sedikit kuman saat ini ada 28 orang dan penderita MB atau yang memiliki banyak kuman sebanyak 167 orang.

"Dari jumlah itu sebanyak 38 orang mengalami cacat tingkat II. Yang juga perlu diketahui bahwa penyakit kusta ini juga diderita anak usia 0 sampai 14 tahun yang jumlahnya 23 orang.

Ditanya soal estimasi penderita kusta, ia mengaku tidak dapat dilakukan, namun perkiraan dengan melihat kasus cacat tingkat II dan kasus anak kurang dari usia 15 tahun yang kemungkinan tertular karena adanya tanda sumber penularan disekitar tempat tinggal.

Seperti misalnya dari 50 penderita baru, yang MB atau penderita yang memiliki banyak kuman ada 34 orang. Jumlah ini terbilang besar, yang memungkinkan bisa menularkan juga tinggi.

"Karena itu kita terus melakukan pencarian, karena kusta masih ada di masyarakat.Makanya kita terus melakukan sosialisasi, mungkin ada yang ditemukan dan belum berobat," katanya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita