Kamis, 24 Mei 2012
Dinsos Bengkulu Salurkan Bantuan Bagi 280 Kube
Kamis, 09 Juni 2011 03:39
AddThis Social Bookmark Button

Bengkulu, 9/6 (SIGAP) - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bengkulu pada 2011 menyalurkan program bantuan bagi keluarga miskin sebanyak 280 kelompok usaha bersama (Kube) dengan dana sebesar Rp5,6 miliar.

Program bantuan keluarga miskin itu meliputi wilayah perkotaan dan pedesaan di Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur, kata Kepala Bidang Daya Sosial Dinsos Provinsi Bengkulu Harnyoto, Kamis (9/6).

Dirinya menjelaskan dari 280 Kube itu antara lain untuk Kabupaten Kaur mendapat bantuan perkotaan sebanyak 490 kepala keluarga (49 kelompok) terdapat di tujuh kelurahan, masing-masing, Kepala Keluarga (KK) mendapatkan bantuan usaha Rp20 juta.

Sedangkan di Kabupaten Bengkulu Tengah mendapat paket bantuan pedesaan sebanyak 260 KK (26 kelompok), Kabupaten Bengkulu Selatan mendapat 600 KK (60 kelompok).

Usaha masing-masing kelompok tergantung kesepakatan bersama, misalkan usaha ternak ikan, pemerintah hanya menyediakan bibit dan pakan, demikian juga ternak ayam dibantu bibit dan pakannya, sedangkan kandang dibuat oleh kelompok.

Bantuan program pakir miskin tersebut setelah dua tahun dievaluasi tim dari Dinsos, bagi kelompok berhasil akan diusulkan pada 2013 untuk mendapatkan bantuan tambahan sebesar Rp30 juta.

Namun bagi kelompok tidak berhasil akan dilakukan pembinaan sampai kelompok itu bisa mengejar kelompok lain yang berhasil tersebut, sebelumnya anggota kelompok dilatih keterampilan manajemen mengelola dana bantuan tersebut.

Dirinya menambahkan, pada 2010 Dinsos sudah menyalurkan program bantuan proyek keluarga sebanyak 360 KK di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Kaur.

Setiap keluarga peserta mendapatkan bantuan masing-masing sebesar Rp1,4 juta, hingga kini program tersebut masih berjalan dan bahkan ada usaha mereka dapat menopang ekonomi keluarganya.

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Supariyanto Daud mengatakan bantuan bagi warga miskin tersebut jumlah dananya ditingkatkan, sehingga bisa berkembang dan bergulir ke keluarga lain.

Bantuan warga miskin itu hendaknya disatukan dengan paket anak terlantar dan gelandangan karena hingga saat ini keberadaan gelandangan terus meningkat dan bahkan mengganggu aktifitas masyarakat umum.

Dirinya mencotohan, anak gelandangan minta-minta disetiap perapatan dalam Kota Bengkulu jumlahnya mencapai puluhan orang meningkat tajam dari sebelumnya hanya beberapa orang saja.

Para anak gelandangan tersebut hendaknya dibina khusus dengan menggunakan dana pemerintah pusat dan daerah, sehingga mengurangi tingkat gelandangan bagi generasi muda ke depan, ujarnya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita