Kamis, 24 Mei 2012
Pemkab Bangka Dapat Bantuan Benih Padi Unggul Dari Pusat
Kamis, 09 Juni 2011 03:17
AddThis Social Bookmark Button

Sungailiat, Bangka 9/5 (SIGAP) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, mendapatkan bantuan benih padi unggul sebanyak 24.225 kilogram dari pemerintah pusat, untuk memotivasi petani menanam padi dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan lokal.

Awaluddin, Kabid Pertanian Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Bangka di Sungailiat, Kamis (9/6) mengatakan, rencananya benih padi sebanyak 24.225 kilogram akan ditanam di lahan seluas 969 hektare yang berlokasi di tujuh kecamatan di Bangka.

Program bantuan langsung bibit unggul (BLBU) tersebut, katanya, diberikan untuk meningkatkan minat petani menanam padi sehingga hasilnya dapat membantu meningkatkan ketersediaan beras lokal.

Dirinya mengatakan, sebenarnya pemerintah pusat menargetkan memberikan Bantuan Langsung Bibit Unggul (BLBU) tersebut untuk ditanam di lahan seluas 1.000 hektare, tetapi Pemkab Bangka kesulitan mencarikan lahannya yang cocok dan hanya bisa menyediakan 969 hektare.

"Bibit padi sebanyak 24.225 kilogram tersebut untuk ditanam di lahan seluas 969 hektare dengan rincian lahan sawah 569 hektare dan ladang 400 hektare," katanya.

Awaluddin menjelaskan, benih sebanyak 24.225 kilogram tersebut akan dialokasikan ke tujuh kecamatan yaitu kecamatan Belinyu bantuan benih 2.000 kilogram untuk lahan seluas 80 hektare, Riau Silip dibantu benih 6.750 untuk 270 hektare.

Selanjutnya, Pemali kebutuhan benih 750 kilogram untuk 30 hektare, Puding Besar benih 4.600 kilogram untuk 184 hektare, Merawang benih 4.500 kilogram lahan 180 hektare, Bakam benih 1.250 kilogram lahan 50 hektare dan Mendo Barat kebutuhan benih 4,375 kilogram lahan 175 hektare.

"Sungailiat tidak termasuk dalam program tersebut karena setelah dilakukan beberapa kali survei, lokasi belum ada yang siap dan jatahnya dialihkan ke Mendo Barat," ujarnya.

Dirinya mangatakan, benih padi unggul yang akan dibagikan untuk meringankan biaya produksi petani padi terdiri dari lima jenis yaitu untuk lahan sawah berjenis padi Ciliwung, IR 64 dan Infari II sementara untuk ladang akan mendapat benih Situbagendit dan Towuti.

BLBU tersebut, katanya, akan dibagikan ke petani dua tahap yaitu tahap pertama Juli untuk padi ladang sesuai masa tanam terbaik padi ladang antara Juli sampai akhir Agustus.

Kemudian pada tahap kedua untuk padi sawah yang akan dibagikan sekitar September untuk ditanam pada Oktober sampai November.

Dirinya menjelaskan, masa panen padi rata-rata usia 100 hari setelah tanam dan padi jenis ini dapat menghasilkan sekitar 3,7 ton per hektare untuk lahan sawah dan sekitar 1,7 ton untuk ladang.

"Rencananya setelah program BLBU selesai akan langsung diikuti program bantuan langsung pupuk (BLP), agar petani tidak kesulitan mencari pupuk dan semakin tertarik dan memiliki keinginan untuk menekuni bidang pertanian baru tersebut," katanya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita