Kamis, 24 Mei 2012
Dintan: Produksi Singkong Di Lebak Capai 8.039 Ton
Kamis, 09 Juni 2011 03:11
AddThis Social Bookmark Button

Lebak, 9/6 (SIGAP) - Produksi komoditas singkong atau ubi kayu di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten selama Januari hingga Mei 2011 mencapai 8.039 ton, yang diharapkan dapat mendukung diversifikasi pangan yang dicanangkan Kementerian Pertanian.

Kepala Bidang Perencanaan dan Evaluasi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Yoyo Suherman, Kamis (9/6) mengharapkan petani terus mengembangkan budidaya tanaman singkong.

Dirinya mengatakan, selama ini produksi singkong di Kabupaten Lebak belum maksimal, karena setiap tahun baru berkisar 24 ribu sampai 25 ribu ton dengan areal tanam 1.500 hektare.

Oleh karena itu, produksi singkong perlu ditingkatkan untuk mendukung program diversifikasi pangan. Pengembangan singkong belum mengarah kepada petani monokultur dan hanya dijadikan tanaman sampingan.

Selain itu, konsumsi singkong hanya sebagai makanan camilan dan belum diketahui jumlah kebutuhan untuk konsumsi masyarakat. "Kami hingga kini belum memiliki data pasti konsumsi singkong untuk kebutuhan masyarakat," katanya.

Menurutnya, potensi pengembangan budidaya tanaman singkong di Kabupaten Lebak cukup luas, karena merupakan daerah agraris. Sebagian besar tanaman singkong sebagai tanaman sampingan dan belum bisa dijadikan komoditas unggulan.

Sebetulnya potensi pengembangan singkong sangat memungkinkan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. "Saya akan terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahanya untuk ditanami singkong," katanya.

Sementara itu, Saleh, seorang petani Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mengatakan, pihaknya setiap pekan berjualan singkong keliling di Rangkasbitung dengan harga Rp2.000 per ikat. (laporan panji al husen/ant)

 

Arsip Berita