Kamis, 24 Mei 2012
Pemkot Padang Kembali Raih Penghargaan Tingkat Nasional
Rabu, 08 Juni 2011 02:16
AddThis Social Bookmark Button

Padang, 8/6 (SIGAP) - Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat kembali meraih penghargaan lingkungan hidup tingkat nasional tahun 2011. Penghargaan tersebut diterima Wali Kota Padang DR. H. Fauzi Bahar, M. Si dari Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono, di Jakarta, Selasa (7/6).

Hadir pada acara penyerahaan penghargaan tersebut Menteri Negara Lingkungan Hidup Prof. DR. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS, dan sejumlah para menteri dan pejabat tinggi negara.

Menurut Fauzi Bahar, penghargaan yang diberikan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono adalah prestasi seluruh pelajar, siswa, majelis guru, wali murid dan seluruh warga Kota Padang.

"Padang sangat bangga dan menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pemerintah," katanya.

Bersamaan dengan itu, penghargaan lainnya yang diperoleh Pemkot Padang adalah kembalil keluar sebagai Penulis Terbaik Nasional Penyusunan Buku Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD). Untuk SLHD ini, sekitar 500 kab/kota di 34 propinsi di Indonesia, Kota Padang merupakan penyusun terbaik SLHD sejak dilombakan dari tahun 2006 sampai sekarang.

Artinya, kata Fauzi lagi, Padang sudah lima kali meraih prestasi sejak dilombakan pada tahun 2006.

Selain itu, Padang juga meraih prediket sekolah peduli dan berbudaya lingkungan (Adiwiyata) , juga sudah berturut-turut sejak tahun 2006 - 2011, yakni SDN.03 Alai Kecamatan Padang Utara, MTsN. Model Gunung Pangilun.

"Kedua sekolah tersebut merupakan Adiwiyata tahun pertama untuk tahun 2011, satu-satunya sekolah di regional Sumatera yang meraih Adiwiyata," katanya.

Sedangkan SDN.10 Sungai Sapiah Kec, Kuranji dan SDN.13 Batu Gadang Kec, Lubuk Kilangan merupakan tahun kedua dalam memperoleh sekolah Adiwiyata, ujar Fauzi Bahar yang juga peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan XVII Lemhanas RI.

Disamping itu Padang juga sebelumnya telah memperoleh penghargaan Adiwiyata Mandiri dan nanti akan menjadi Adiwiyata pelopor, yaitu diraih SMPN.24 Padang, juga merupakan sekolah Adiwiyata Mandiri satu-satunya di Regional Sumatera.

"Tahun 2010 yang berhasil meraih Adiwiyata adalah SDN. 07 Kampung Pinang Bungus, namun karena sekolahnya roboh akibat gempa, maka belum bisa meraih adiwiyata tahun kedua tahun 2011," katanya.

Namun demikian, secara Regional Sumatera, Kota Padang merupakan kota yang terbanyak meraih penghargaan Adiwiyata, sedangkan di Sumatera Barat hanya ada satu daerah Kab/Kota yang memperoleh Adiwiyata, yaitu salah satu sekolah di Kabupaten Padang Pariaman.

Program Adiwiyata, katanya, adalah salah satu program Kementerian Negara LH dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian LH.

Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkungan yang negatif.

Sementara itu, dalam menyikapi lajunya pertumbuhan penduduk serta menyikapi akan dampak yang ditimbulkan dari lajunya proses pembangunan, maka seyogyanya program Adiwiyata harus merata diterapkan disemua jenjang sekolah.

"Ada beberapa keuntungan yang diperoleh dalam mengikuti pogram adiwiyata, diantaranya, pertama, meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan operasional sekolah dan penggunaan berbagai sumber daya. Kedua meningkatkan penghematan sumber dana melalui pengurangan konsumsi berbagai sumber daya dan energi," katanya.

Ketiga, meningkatkan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi semua warga sekolah.

Keempat, menciptakan kondisi kebersamaan bagi semua warga sekolah, Kelima meningkatkan upaya menghindari berbagai resiko dampak lingkungan negative dimasa yang akan datang. Keenam menjadi tempat pembelajaran bagi generasi muda tentang nilai-nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar, tambahnya. (laporan sofyan/ant)

 

Arsip Berita