Kamis, 24 Mei 2012
Peringatan Lingkungan Hidup: 100.000 Mangrove Ditanam Di Pantai Mamuju Utara
Rabu, 08 Juni 2011 02:10
AddThis Social Bookmark Button

Mamuju, 8/6 (SIGAP) - Sekitar 100.000 bibit tanaman mangrove ditanam di pesisir pantai Kabupaten Mamuju Utara pada acara peringatan hari lingkungan hidup di Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (7/8).

Peringatan hari lingkungan hidup di Provinsi Sulbar dipusatkan di Desa Martasari, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Mamuju Utara (Matra), dengan dihadiri Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh dan Bupati Kabupaten Matra, Agus Ambo Djiwa.

Selain penanaman mangrove untuk mencegah abrasi di pesisir pantai Kabupaten Matra, acara peringatan hari lingkungan hidup di Matra juga diwarnai penanaman sekitar 4.000 tanaman produktif di lahan kritis di Matra.

Kemudian juga dilakukan penanaman sekitar 1.000 pohon di sejumlah sekolah di Matra dalam rangka pelestarian lingkungan.

Acara itu juga diwarnai peninjauan lahan pengembangan bibit durian otong sebagai tanaman produktif milik Badan Penyuluhan dan Pertanian Kabupaten Mamuju Utara di Desa Martasari, Kecamatan Bambalamotu seluas dua hektare.

Gubernur Sulbar mengatakan, peringatan hari lingkungan hidup Provinsi Sulbar yang digelar Matra merupakan rangkaian kegiatan peringatan hari lingkungan hidup ditanah air serta peringatan hari lingkungan hidup se-dunia yang dipusatkan di India.

Ia mengatakan, sekitar 1,1 juta hektare hutan di Indonesia mengalami kerusakan setiap tahunnya sementara yang bisa dikendalikan untuk mencegah kerusakan itu hanya sekitar 0,5 persen sehingga kerusakan lingkungan hidup akibat kerusakan hutan semakin parah.

Sehingga, kata dia, peringatan hari lingkungan hidup di tanah air dijadikan sebagai momentum untuk melakukan pelestarian lingkungan oleh pemerintah dengan memprogramkan upaya pelestarian lingkungan dan dampak lingkungan agar tidak terjadi kerusakan.

"Sejak tahun 1952 sampai 1964 telah dilakukan penelitian di Matra oleh ilmuwan Amerika dan hasilnya hutan di Matra sangat membanggakan untuk dapat dijadikan sebagai hutan yang mampu melestarikan hutan hingga 75 tahun sejak dilakukan penelitian itu," katanya.

Namun, lanjutnya, kini hutan di Matra mengalami kerusakan terbanyak bersama dengan hutan di Kabupaten Mamuju yang juga merupakan hutan di Sulbar, karena telah dikelola hasilnya oleh manusia.

"Sehingga dengan momentum peringatan hari lingkungan hidup di Matra hendaknya dijadikan ajang untuk tetap melestarikan hutan di negara ini, oleh semua pihak," katanya.(laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita