Kamis, 24 Mei 2012
Menteri LH: Bencana Alam Diimbangi Dengan Pengelolaan Lingkungan
Selasa, 07 Juni 2011 14:29
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 7/6 (SIGAP) - Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta dalam sambutannya pada peringatan hari lingkungan hidup se-dunia di Istana Negara Jakarta, Selasa (7/6) mengatakan, kondisi alam Indonesia yang rawan terhadap bencana alam dapat diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang baik sehingga risiko bencana dapat dikurangi.

"Indonesia memiliki kerawanan yang tinggi terkait potensi bencana alam, ini kita jadikan momentum untuk melindungi dan kelola lingkungan hidup," katanya.

Gusti Muhammad Hatta mengatakan upaya pelestarian lingkungan dan juga perlindungan keanekaragaman hayati nasional terus dilakukan seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah walaupun masih ada sejumlah kekurangan.

"Hutan untuk kehidupan. Hutan menjadi alat untuk penyeimbang kehidupan dengan manusia. Perusakan hutan 0,7 juta hektar, pemulihan 0,5 juta hektar per tahun. Masih terjadi kerusakan lingkungan, banjir dan longsor. Kerusakan itu mengurangi layanan hutan bagi kehidupan," katanya.

Karena itu, Menteri LH menyatakan pemerintah terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama melestarikan lingkungan.

Dalam peringatan hari lingkungan hidup se-dunia tersebut juga disampaikan penghargaan kalpataru bagi penyelamat lingkungan serta adipura.

Untuk kategori perintis lingkungan penghargaan diterima oleh Sugiarto dari Desa Cowek, Kabupaten Pasuruan, Jatim. Marmis Asid dari Jalan Lintas Talu Panti, Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumbar dan Dra.Lulut Sri Yeliani dari Surabaya, Jatim.

Kategori Pengabdi lingkungan diterima oleh Soleman Ngongo dari Desa Tematana Kabupaten Sumba Barat Daya Provinsi NTT. Surjadi SP dari Kabupaten Bangli Provinsi Bali dan Sudarli dari Desa Purwodadi Kabupaten Gunung Kidul Provinsi DIY.

Sedangkan kategori pembina lingkungan diterima oleh Aang Hamid Suganda dari Kabupaten Kuningan, Jabar dan Krido Suprayitno dari desa Sendangtirto Kabupaten Sleman Provinsi DIY.

Untuk kategori adipura kota Metropolitan diterima oleh Surabaya dan Palembang. Kategori kota besar oleh Yogyakarta dan Pekanbaru sementara kota sedang dan kecil masing-masing diterima oleh 17 kota sedang dan 42 kota kecil.

Peringatan tersebut dihadiri oleh seluruh menteri kabinet Indonesia Bersatu II, pimpinan lembaga tinggi negara dan sejumlah pejabat lainnya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita