Kamis, 24 Mei 2012
Puluhan Penderita Campak Di Tasikmalaya Dominan Keluarga Miskin
Selasa, 07 Juni 2011 04:34
AddThis Social Bookmark Button

Tasikmalaya, 7/6 (SIGAP) - Puluhan anak-anak penderita penyakit campak di beberapa kecamatan, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dominan menimpa masyarakat keluarga miskin.

"Sebetulnya bisa menyerang siapa saja, tapi kebanyakan yang tercatat penderita campak keluarga yang kurang mampu, yang rumahnya kurang bersih," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Hamdani kepada wartawan, Senin (6/6).

Faktor penyebab penyakit campak dari virus dampak perubahan cuaca, kata Dadan, bukan hanya karena lingkungan di sekitar rumah, melainkan lingkungan lain seperti di sekolah.

Selain itu, anak-anak penderita campak, menurut Dadan, kurangnya asupan makanan bergizi yang berdampak pada daya tahan tubuh lemah sehingga penyakit mudah menyerang.

"Salah satu terjangkit penyakit campak itu karena menurunnya daya tahan tubuh, sehingga si anak mudah terserang penyakit," katanya.

Sementara itu penyakit campak dibeberapa kecamatan menyerang anak-anak usia lima hingga sembilan tahun dengan ciri-ciri penderita tedapat bintik merah pada kulit dan panas tinggi.

Kecamatan Rajapolah pada Mei tercatat di Dinas Kesehatan sebanyak 15 orang, dan jumlahnya sudah menurun, sedangkan Kecamatan Bojonggambir pada Juni tercatat 19 orang.

Sementara dari 39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya penderita campak terdapat di Kecamatan Cilumega berjumlah 1 orang, Jamanis 1 orang dan Cigalontang 2 orang.

Mengetahui kebenaran penderita terserang penyakit campak, kata Dadan, penderita di Kecamatan Rajapolah sudah diambil darah untuk dilakukan uji di Laboratorium Campak Nasional Bio Farma Bandung dan hasilnya positif campak.

Sedangkan di Kecamatan Bojonggambir dan kecamatan lainnya baru diambil sampel darah penderita dan belum diketahui positif penyakit campak karena masih dalam proses uji laboratorium.

Dinas Kesehatan sudah mengintruksikan setiap Puskesmas untuk melakukan investigasi mencari warga menderita campak.

Selain itu setiap Puskesmas melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar selalu menjaga lingkungan bersih apalagi memasuki musim pancaroba.

Dinas Kesehatan sudah mengimbau masyarakat agar cepat tanggap memeriksakan diri ke Puskesmas ketika muncul ciri-ciri campak seperti demam, bintik merah belakang telinga. (laporan sofyan/ant)

 

Arsip Berita