Kamis, 24 Mei 2012
2.150 Hektare Sawah Di Lebak Terancam Wereng
Selasa, 07 Juni 2011 04:32
AddThis Social Bookmark Button

Lebak, 7/6 (SIGAP) - Sekitar 2.150 hektare sawah di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, saat ini terancam serangan wereng batang cokelat (WBC).

Ancaman itu muncul akibat curah hujan cukup tinggi, sehingga terjadi kelembaban udara yang berpotensi berkembangbiaknya hama tersebut, kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Sopiyan, didampingi Kepala Bidang Produksi dan Tanaman Pangan, Rahmat Yuniar, di Rangkasbitung, Senin (6/6).

"Kami terus melakukan pencegahan melalui bantuan pestisida untuk mematikan hama WBC itu," katanya.

Dirinya mengatakan, saat ini serangan hama WBC belum mengancam produksi pangan di Kabupaten Lebak karena masih bisa ditangani oleh petugas pengamat organisme pengganggu tanaman (POPT) dan Balai Proteksi Tanaman Pangan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Banten.

Penyebaran wereng di daerah sentra produksi padi tersebut terus dihentikan melalui penyemprotan pestisida untuk mematikan populasi binatang hama tersebut.

"Kami bekerja keras untuk menyelamatkan tanaman padi milik petani itu," ujar Sopiyan.

Sopiyan mengatakan, areal persawahan di Kecamatan Malingping yang terancam serangan WBC sekitar 2.150 dari 3.571 hektare tanaman padi antara usia 10 sampai 30 hari.

"Saya kira lahan padi yang terserang hama wereng tahun ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya." katanya.

Sementara itu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Endang Cucu, mengatakan, pihaknya meminta pemerintah segera menyalurkan bantuan pestisida untuk menyelamatkan tanaman padi yang terserang WBC.

Jika tidak segera dilakukan pencegahan dipastikan bisa meluas menyerang persawahan kecamatan lainya, katanya.

"Saya khawatir serangan hama ini meluas, sehingga bisa mempengarahui terhadap ketahanan pangan," ujarnya. (laporan panji al husen/ant)

 

Arsip Berita