Kamis, 24 Mei 2012
BPSDA Seluna Siagakan Petugas Piket Kekeringan
Selasa, 07 Juni 2011 04:29
AddThis Social Bookmark Button

Kudus, 7/6 (SIGAP) - Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Wilayah Serang Lusi Juwana (Seluna) menyiagakan petugas piket kekeringan untuk memantau sejumlah wilayah yang sering mengalami kekeringan.

"Pencanangan piket kekeringan dimulai sejak Juni hingga Agustus 2011 mendatang," kata Kepala BPSDA Seluna, Djumono, di Kudus, Senin (6/6).

Ia mengatakan, petugas piket kekeringan melakukan pengamatan di lapangan secara langsung, terutama di wilayah yang memang sering menjadi langganan kekeringan.

Dengan adanya piket kekeringan, diharapkan kemungkinan adanya kekeringan yang terjadi pada tanaman padi petani bisa diantisipasi sejak dini dengan menyediakan air baku.

Piket kekeringan dibagi menjadi lima Koordinator Perwakilan Balai (Koperbal), yakni Koperbal wilayah Juwana, Randu Gunting, Lusi, Serang, dan Wulan.

Adapun total petugas piket kekeringan, sebanyak 120 orang.

Berdasarkan perkiraan cuaca, musim kemarau terjadi sekitar bulan Juli- Aguastus 2011.

Selain menyiagakan piket banjir, BPSDA Seluna juga menjalin kerjasama dengan Badan Koordinasi Lintas Kabupaten/Kota untuk menyediakan tangki penampung air baku.

"Nantinya, kami juga akan menyiapkan 'long storage' atau embung penyimpan air dengan bantuan mesin pompa air," ujarnya.

Berdasarkan data dari BPSDA Seluna, daftar daerah rawan kekeringan yang tersebar di lima kabupaten, yakni Kabupaten Kudus, Pati, Rembang, Blora, Grobogan, Demak, dan Jepara luas arealnya mencapai 159.554 hektare untuk areal irigasi dan 53.405 hektare non irigasi.

Potensi kekeringan paling luas terdapat di Kabupaten Grobogan untuk areal irigasi seluas 38.468 hektare, sedangkan areal non irigasi hanya 14.377 hektare.

Sementara paling sedikit di Kabupaten Blora dengan luas 9.013 hektare untuk areal irigasi dan 2.584 hektare non irigasi. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita