Kamis, 24 Mei 2012
Walhi Sorotin Abrasi Sejumlah Pantai Di Bali
Selasa, 07 Juni 2011 03:59
AddThis Social Bookmark Button

Denpasar, 7/6 (SIGAP) - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali menyoroti abrasi sejumlah pantai di Pulau Dewata yang bukan menjadi daerah tujuan wisata.

"Pemerintah kabupaten dan kota menilai perhatian pusat hanya terfokus menangani abrasi di pantai yang menjadi obyek wisata. Sedangkan, pantai-pantai yang tidak ramai dikunjungi wisatawan dan bukan obyek wisata masih terbengkalai," kata Ketua Dewan Daerah Walhi Bali Wayan Suardana di Denpasar, Senin (6/6).

Pada acara diskusi bertema "Ironi Pulau Surga" oleh Walhi Bali itu, ia mengatakan, seolah-olah pemerintah pusat membiarkan begitu saja pantai yang tak menjadi objek wisata.

"Tetapi dampak yang ditimbulkan ke depannya terhadap pantai yang belum mendapat perhatian pemerintah pusat akan berimbas pada pantai-pantai lainnya," ucap Suardana.

Dirinya mencontohkan, beberapa pantai di Pulau Dewata, seperti Pantai Candikusuma, Cupel, dan Perancak di Kabupaten Jembrana mengalami abrasi 20 meter per tahun.

Berdasar data tahun 2009, dari 437,70 kilometer panjang garis pantai di Bali, menunjukkan sepanjang 181,70 kilometer pantai terabrasi.

Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan yang menjadi pembicara dalam seminar itu mengakui sulit menangani abrasi pantai di wilayahnya.

"Kami berharap pemerintah pusat juga memperhatikan pantai-pantai di Bali bagian barat dan utara," katanya.

Dirinya mengatakan, pihaknya terpaksa mengatasi abrasi di pantai Jembrana dengan dana seadanya.

"Kami berharap pemerintah provinsi untuk membentuk tim terpadu untuk dapat menanggulangi abrasi tersebut," ucapnya.

Sementara itu, Koordinator ASITA Bali dan Nusa Tenggara, Bagus Sudibya tidak mengelak jika pariwisata pun turut menyebabkan abrasi tersebut.

"Pembangunan hotel dan vila sepanjang pantai pun memperparah keadaan, terutama Bali bagian selatan, seperti wilayah Kuta dan Sanur," katanya.

Karena itu, Bagus Sudibya meminta pemerintah menerapkan pemutihan pantai. Dengan harapan agar pemerintah mampu mengendalikan pembangunan akomodasi wisata sepanjang pantai.

"Hal ini perlu kita pikirkan bersama. Bagaimana upaya kita dalam menanggulangi abrasi pantai tersebut. Karena pantai juga menjadi daya tarik pariwisata," katanya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita