Kamis, 24 Mei 2012
Pemkab Banten Kembangkan 80 Hektare Tanaman Cabai Pada 2012
Senin, 06 Juni 2011 15:44
AddThis Social Bookmark Button

Serang, 6/6 (SIGAP)  - Pemerintah Provinsi Banten akan mengembangkan tanaman cabai seluas 80 hektare pada 2012 dalam mengantisipasi kebutuhan cabai yang terus meningkat, khususnya pada Bulan Puasa Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Target pengembangan cabai seluas 80 hektare itu diperkirakan akan menghasilkan 5.154 ton cabai yang sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan cabai di Banten, bahkan bisa dipasarkan ke luar Banten seperti Jakarta, Bekasi atau Depok," kata Kabid Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Banten Luki Saptaji di Serang, Senin (6/6).

Luki menyebutkan, pengembangan cabai seluas itu direncanakan di Kabupaten Pandeglang seluas 40 hektare, Kabupaten Serang 25 hektare dan Kota Cilegon seluas 15 hektare.

Luki berharap pengembangan cabai seluas itu dapat terealisasi lebih awal di tahun 2012 agar pada saat panen bertepatan dengan Bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri 2012.

Mengenai kebutuhan cabai di Banten, ia mengatakan, pada tahun 2009 total permintaan Cabai mencapai 7.327 ton, sementara pasokannya hanya mencapai 3.731 ton, atau terjadi kekurangan produksi 3.956 ton.

Produksi cabai besar di Provinsi Banten terutama dihasilkan di Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang, dengan jumlah produksi pada 2009 mencapai 26.649 kuintal di Kabupaten Serang, 5.947 kuintal di Kabupaten Pandeglang, dan sisanya di Kabupaten Lebak 3.653 kuintal dan Kabupaten Tangerang 2.232 kuintal.

Pada tahun 2010 produksi cabai meningkat di Pandeglang 9.841 kuintal, Kabupaten Serang 26.841 kuintal, Lebakl 6.738 kuintal dan tangerang 561 kuintal.

Luki menambahkan, selain rencana pengembangan cabai pada tahun 2012, tahun 2011 juga dilakukan peningkatan luas tanaman cabai, kerja sama Menteri Pertanian dengan Gubernur Bank Indonesia yang proses kegiatannya sedang berlangsung, bahkan Banten menjadi pilot project dari pengembangan usaha tersebut.

Sesuai dengan anggaran yang tersedia, pengembangan cabe dalam bentuk kluster itu hanya difokuskan di Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, seluas 30 hektare melibatkan 30 petani, dan Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, seluas 15 hektare melibatkan 20 petani, kata Luki.

Menurut Luki, Bank Indonesia mengatakan tidak hanya membantu dalam upaya pengembangan produksi cabai saja, tetapi berjanji juga membantu memfasilitasi modal usaha yang selama ini menjadi kendala klasik yang dialami petani, termasuk memasarkannya.

Program yang dikembangkan bekerjasama dengan Bank Indonesia itu, terlebih dahulu dilakukan kegiatan TOT ('training or trainer'), kemudian sekolah lapang dan terakhir temu lapang, kata Luki.(laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita