Kamis, 24 Mei 2012
Jumlah Penderita Gizi Buruk Di Pandeglang Sebanyak 32 Balita
Minggu, 05 Juni 2011 01:57
AddThis Social Bookmark Button

Pandeglang, 5/6 (SIGAP) - Jumlah balita penderita gizi buruk di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada 2010 sebanyak 32 orang tersebar di beberapa kecamatan di daerah itu.

Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Pandeglang Dida Aryadita di Pandeglang, Sabtu menjelaskan, dari total penderita gizi buruk itu, dua di antaranya meninggal dunia, setelah menjalani perawatan intensif.

"Kedua balita yang meninggal itu telah menjalani perawatan intensif di RSUD Berkah, namun karena kondisinya cukup parah tidak bisa tertolong," katanya.

Menurut Dida, seluruh penderita gizi buruk itu sebelumnya di rawat di Puskesmas setempat, namun karena kondisinya cukup parah akhirnya dirujuk ke RSUD Berkah Pandeglang.

Kemudian, kata Dida, dari total penderita itu, sebanyak 17 orang di antaranya pulang paksa, yakni di bawah pulang oleh orang tuanya karena tidak memiliki biaya untuk bekal selama menunggui.

Dida menjelaskan, untuk biaya pengobatan pasien gizi buruk ditanggung oleh pemerintah, baik melalui program jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) maupun jaminan kesehatan daerah (jamkesda).

Namun, untuk biaya keluarga pasien yang menunggu selamai perawatan di rumah sakit ditanggung masing-masing.

Mengenai jumlah penderita gizi buruk 2011, menurut Dida, sampai sekarang belum ada laporan resmi, namun petugas kesehatan terus melakukan pemantauan dan pencarian.

Pemantauan, kata Dida, di antaranya melalui kegiatan penimbangan balita yang secara rutin dilaksanakan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

"Kita terus memantau, namun kami juga meminta peran serta masyarakat untuk melapor, jika di sekitar tempat tinggalnya ada balita penderita gizi buruk," katanya.

Terkait dengan, Zainal (5), penderita gizi buruk, warga warga Kampung Karet, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, menurut Dida, sudah dirawat di RSUD Berkah.

Dirinya juga menjelaskan, jika diberi asupan gizi cukup, selama tiga-enam bulan, biasanya penderita gizi buruk akan normal, namun kalau sudah parah memang diperlukan perawatan intensif. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita