Kamis, 24 Mei 2012
BPBD Lebak: Peralatan Evakuasi Bencana Alam Masih Kurang
Minggu, 05 Juni 2011 01:45
AddThis Social Bookmark Button

Lebak, 5/6 (SIGAP) - Peralatan penanganan evakuasi bencana alam di Kabupaten Lebak, Banten, hingga saat ini masih kekurangan dan tidak sebanding dengan jumlah daerah rawan banjir dan longsor.

"Kami berharap pemerintah menambah peralatan evakuasi bencana alam karena saat ini sangat minim," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muklis di Rangkasbitung, Sabtu (4/6).

Muklis mengatakan, saat ini peralatan evakuasi bencana banjir yang ada antara lain 200 buah pelampung, dua unit perahu karet, tiga buah tenda kanvas, tiga buah tenda regu, dan enam buah tenda family.

Peralatan tersebut, kata Muklis, pihaknya merasa kesulitan untuk bergerak cepat untuk melakukan evakuasi, terlebih daerah rawan banjir tersebar di 42 desa di 15 kecamatan.

Bahkan, peralatan evakuasi untuk kebakaran dan longsor hingga kini tidak ada.

Oleh karena itu, pihaknya setiap tahun selalu mengusulkan anggaran untuk penambahan peralatan evakuasi kepada Pemerintah Pusat, Kabupaten dan Provinsi.

"Saya kira peralatan evakuasi ini sangat penting untuk menyelamatkan korban jiwa," ujarnya.

Muklis juga mengatakan, wilayah Kabupaten Lebak merupakan daerah bencana banjir, longsor, kebakaran dan tsunami berdasarkan hasil penelitian Badan Geologi dan tersebar di 24 dari 28 kecamatan.

Kekurangan peralatan tersebut harus segera dipenuhi karena cuaca ekstrem hingga saat ini masih terjadi hujan disertai tiupan angin kencang.

"Dengan terpenuhi peralatan evakuasi tentu bisa menyelematkan korban jiwa," katanya.

Menurut Muklis, saat ini peralatan dan logistik bencana alam disimpan di gudang BPBD setempat jika sewaktu-waktu terjadi banjir baru barang-barang itu dikeluarkan.

"Saat ini peralatan evakuasi kami rawat agar tidak rusak," katanya.

Sementara itu, Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lebak Enang Hidayat mengaku selama ini peralatan evakuasi yang ada di BPBD sangat terbatas.

Keterbatasan ini, kata dia, apabila terjadi bencana banjir di tiga kecamatan berbeda, dipastikan petugas penyelemat kesulitan untuk memberikan pertolongan evakuasi.

"Kami berharap peralatan evakuasi bisa ditambah dengan disesuaikan jumlah daerah rawan bencana alam," ujarnya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita