Kamis, 24 Mei 2012
Bali Ekspor Ikan Kaleng Senilai 6,58 Juta Dolar AS
Minggu, 05 Juni 2011 01:36
AddThis Social Bookmark Button

Denpasar, 5/6 (SIGAP) - Bali mengekspor ikan kaleng hasil industri pengolahan sebanyak 2.447,8 ton senilai 6,58 juta dolar AS periode Januari-April 2011, menurun 12,75 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 7,52 juta dolar AS.

"Dari segi volume pengiriman produksi ikan dalam kaleng juga berkurang 32,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mengapalkan 3.604,8 ton," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Sabtu (4/6).

Dirinya mengatakan, pengiriman dari segi volume dan perolehan devisa dari ikan dalam kaleng tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi pasaran di mancanegara dan ketersediaan matadagangan tersebut di Pulau Bali.

Bali tetap memproduksi ikan dalam kaleng dengan kualitas baik, sehingga mampu bersaing dan cukup diminati masyarakat konsumen mancanegara.

"Ikan dalam kaleng yang siap hidang itu merupakan salah satu dari sebelas jenis komoditi hasil perikanan dan kelautan Bali yang berhasil menembus pasaran mancanegara," ujar Ketut Teneng.

Ketut Teneng menjelaskan, ekspor hasil perikanan Bali selama empat bulan pertama 2011 sebesar 31,63 juta dolar AS, mengalami penurunan 10,25 persen dari kurun waktu yang sama tahun sebelumnya mencapai 35,24 juta dolar AS.

Kondisi tersebut mampu menyumbangkan 18,81 persen dari total ekspor Bali secara keseluruhan sebesar 168,13 juta dolar AS.

Sementara ekspor hasil perikanan Bali selama 2010 senilai 119,76 juta dolar AS, meningkat 14,57 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya tercatat 104,54 juta dolar AS.

Produk ikan dalam kaleng masuk hasil industri yang dikelompok dengan komponen rumah jadi, plastik, sepatu, tas, tekstil dan produk tekstik.

Devisa yang dihasilkan dari sektor industri kecil dan kerajinan rumah tangga sebesar 69,73 juta dolar AS atau 41,47 persen dari total ekspor Bali sebesar 168,13 juta dolar AS dalam empat bulan pertama 2011, tutur Ketut Teneng. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita