Kamis, 24 Mei 2012
BPBD Bengkulu Imbau Kabupaten/Kota Lengkapi Sirene Tsunami
Sabtu, 04 Juni 2011 05:08
AddThis Social Bookmark Button

Bengkulu, 4/6 (SIGAP) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu mengimbau pemerintah kabupaten dan kota melengkapi alat sirene peringatan dini tsunami khususnya di wilayah pesisir pantai barat.

"Khususnya daerah yang berada di pesisir pantai barat agar memprioritaskan pemasangan sirene peringatan dini tsunami," katanya di Bengkulu, Jumat (3/6).

Dirinya mengatakan, sirene tsunami baru terpasang dua unit di wilayah Kota Bengkulu, sedangkan enam kabupaten lainnya belum dilengkapi alat tersebut, padahal wilayah pesisir sangat rawan gempa dan tsunami.

Kabupaten di pesisir yang belum memiliki sistem peringatan dini tsunami tersebut yakni Kabupaten Muko Muko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Seluma, Kaur dan Bengkulu Selatan.

Wilayah pesisir termasuk daerah paling rawan gempa bumi dan tsunami karena Bengkulu berada di pertemuan lempeng Indoaustralia dan Eurasia.

"Termasuk Pulau Enggano yang masuk dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Utara yang dihuni 2.700 jiwa harus diprioritaskan," katanya menambahkan.

Menurutnya, bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 2011 hanya berupa kendaraan dapur umum dan tanki air bersih.

"Bantuan alat penanggulangan bencana dari BNP memang ada tahun ini, tapi bukan alat sistem peringatan dini tsunami atau deteksi gempa," ujarnya.

Sebelumnya Koordinator Kepala Suku Pulau Enggano Iskandar Zulkarnain Kauno meminta pemerintah memprioritaskan pemasangan peralatan peringatan dini tsunami di pulau itu karena termasuk daerah rawan gempa dan tsunami.

"Kami meminta pemerintah memprioritaskan Pulau Enggano karena daerah kami rawan gempa bumi dan tsunami tapi peralatan peringatan dini tsunami belum ada," katanya.

Dirinya mengatakan setiap gempa besar yang melanda Bengkulu, getarannya dirasakan kuat oleh masyarakat yang tinggal di pulau berjarak 106 mil dari Kota Bengkulu itu.

Untuk itu, katanya, perlu dipasang sistem peringatan dini berupa sirene tsunami untuk mengurangi resiko bencana gempa dan tsunami yang berpotensi melanda pulau itu.

Gempa besar berkekuatan 7,3 skala richter pada 2000 dan 7,9 skala richter pada 2007 juga terasa sangat kuat di Enggano.

"Bahkan masyarakat sudah banyak yang mengungsi, padahal di sini daerah yang tinggi sangat jauh dari pemukiman penduduk," jelasnya.

Dirinya berharap pemerintah memprioritaskan pemasangan sirene tsunami di pulau itu, selain masyarakat tetap siaga jika sewaktu-waktu gempa bumi terjadi. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita