Kamis, 24 Mei 2012
BPS: Tingkat Inflasi Kota Jayapura Pada Mei 2011 Sebesar 0.50 Persen
Kamis, 02 Juni 2011 00:14
AddThis Social Bookmark Button

Jayapura, 2/6 (SIGAP) - Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Papua, Djarot Soetanto, di Jayapura, Rabu (1/6) mengatakan, tingkat inflasi di Kota Jayapura, Papua pada Mei 2011 sebesar 0,50 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 124, 29.

Soetanto menjelaskan, inflasi itu terjadi karena adanya kenaikan harga barang dan jasa yang ditunjukan pada kelompok bahan makanan, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau.

Selain itu, kelompok perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar, sandang, kesehatan, pendidikan, rekreasi dan olah raga, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.

Djarot mengatakan, beberapa komuditas yang mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan adalah ikan ekor kuning, nasi, tomat sayur, ikan kembung, angkutan udara, emas perhiasan, semen.

Selain itu, bahan bakar rumah tangga, rokok kretek filter, minyak goreng, mobil, daging ayam ras, tomat buah, soto, sabun mandi, martabak, ikan bubara, susu kental manis, ikan bandeng, dan gula pasir.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah bawang merah, ikan kawalina, cabe rawit, telur ayam ras, cabe merah, ikan cakalang asap, udang basah dan ikan teri.

Sementara kelompok lainnya yang ikut memberikan andil terjadinya inflasi itu, yaitu kelompok bahan makanan, makanan jadi, minuman, rokok, tembakau, perumahan, air, listrik, gas, bahan bakar, transportasi, komunikasi, jasa keuangan, sandang, dan kesehatan.

Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga tidak mengalami perubahan angka indeks, karena andilnya sangat kecil.

Dirinya menyebut dari 66 kota-kota IHK, hanya 15 kota yang mengalami inflasi dan 51 kota mengalami inflasi (termasuk Kota Jayapura).

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon yaitu sebesar 1,66 persen dan terendah terjadi di Kota Kediri, Denpasar, dan Mataram masing-masing sebesar 0,02 persen.

Dirinya mengatakan, kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah Kota Tarakan yaitu sebesar 1,14 persen dan terendah adalah Kota Bandar Lampung sebesar 0,02 persen.

"Kota Jayapura menempati urutan ke-11 di tingkat nasional dan ke-8 di tingkat Sulawesi, Maluku dan Papua (Sumapua)," kata Djarot.

Menurutnya, laju inflasi di Jayapura menurut tahun kalender Januari-Mei 2011 sebesar 1,21 persen lebih tinggi di banding laju inflasi tahun kalender nasional sebesar 0,51 persen.

Sedangkan, laju inflasi "Year on Year" (Mei 2011 terhadap Mei 2010) Kota Jayapura sebesar 4,18 persen atau lebih rendah dibanding nasional yaitu sebesar 5,98 persen. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita