Kamis, 24 Mei 2012
BPBD Maluku Kerahkan Personel Ke Daerah Longsor Dan Banjir
Kamis, 02 Juni 2011 00:13
AddThis Social Bookmark Button

Ambon, 2/6 (SIGAP) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku intensif memantau dampak hujan lebat dengan mengerahkan personel ke daerah rawan longsor dan banjir.

Sekretaris BPBD Maluku Kilfy Wakanno di Ambon, Rabu (1/6) mengatakan, personel dengan dukungan mobil tanggap darurat melakukan pemantauan secara intensif di daerah rawan banjir dan longsor, termasuk menindaklanjuti laporan masyarakat.

"Saya dan Kepala BPBD Maluku Chris Hehanussa juga melakukan pemantauan karena tidak mau menerima laporan yang mungkin bersifat asal bapak senang (ABS) mengingat hujan sejak 30 April 2011 telah menyebabkan longsor dan banjir," ujarnya.

Personel BPBD Maluku melakukan pemantauan sekaligus menyalurkan bantuan tanggap darurat saat tiba di lokasi bencana karena didukung mobil operasional.

"Kami menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa makanan siap saji, pakaian layak pakai, terpal dan karung plastik," kata Chris.

Hanya saja, karung plastik tidak bisa diandalkan untuk menahan derasnya banjir disertai berbagai material lainnya sehingga Teluk Dalam Ambon dipenuhi aneka jenis sampah.

"Karung plastik yang diisi tanah oleh masyarakat tidak bisa diandalkan untuk menahan derasnya banjir di bantaran sungai yang mengakibatkan rumah terendam maupun hanyut terbawa arus sungai sehingga mereka terpaksa mengungsi ke daerah lebih tinggi atau daerah aman," tegas Kifly.

Kifly mengemukakan, personel BPBD Maluku siaga melakukan pemantauan di lapangan karena berkaitan dengan penyaluran bantuan tanggap darurat.

"Kami tidak inginkan ada korban jiwa maupun material terulang kembali, tapi musim hujan di Kota Ambon diperkirakan berlangsung hingga Juli - Agustus 2011 sehingga langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini," katanya.

Apalagi pada awal musim hujan ternyata terjadi longsor di Batu Gantung, Kelurahan Manggadua, Kecamatan Nusaniwe, yang mengakibatkan Febby Linda Kuruwal meninggal dunia dan dua unit rumah tetangganya mengalami kerusakan.

Longsor yang melanda Batu Gantung pada 17 Juni 2010 mengakibatkan satu keluarga beranggotakan tujuh jiwa dan satu tetangga mereka meninggal dunia tertimpa batu besar.

Banjir pada Juni 2010 juga menelan korban dua anak di Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau dan ratusan rumah terendam.

"Musim hujan pada tahun - tahun sebelumnya memotivasi BPBD Maluku untuk tanggap dan siaga menghadapi berbagai kemungkinan bahaya," ujar Kilfy Wakanno. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita