Kamis, 24 Mei 2012
Pascaerupsi Merapi Magelang Masih Surplus Beras
Rabu, 01 Juni 2011 10:50
AddThis Social Bookmark Button

Magelang, 1/6 (SIGAP) - Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, masih surplus beras meskipun ribuan lahan sawah terancam kekeringan akibat jaringan irigasi di sepanjang sungai berhulu di Gunung Merapi rusak diterjang banjir lahar dingin pascaerupsi Merapi 2010.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Magelang Wijayanti mengatakan akibat jaringan irigasi rusak sekitar 5.078 hektare sawah terancam kekeringan, di Magelang Rabu (1/6).

Menurut Wijayanti, kondisi tersebut dapat menurunkan produksi beras di Kabupaten Magelang sekitar 45 ton.

"Namun, penurunan produksi beras itu tidak mengakibatkan Magelang kekurangan beras, hanya mengurangi jumlah surplus beras menjadi 36,26 ton," katanya.

Dirinya menuturkan, produksi beras Kabupaten Magelang 2011 diperkirakan sekitar 166,6 ton sedangkan kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Magelang setahun hanya 130,3 ton sehingga masih sisa sebanyak 36,29 ton.

Menurutnya, sejumlah lahan sawah yang terancam kekeringan, yakni di wilayah Kecamatan Dukun, Sawangan, Ngluwar, Mungkid, Borobudur, Srumbung, Muntilan, dan Salam.

Dirinya mengatakan, lahan sawah di delapan kecamatan tersebut seluas 14.252 hektare, 5.078 hektare di antaranya terancam kekeringan sehingga masih 9.174 hektare sawah bisa berproduksi.

"Sekarang belum begitu terasa dampak kekeringan tersebut, mungkin nanti setelah memasuki bulan Agustus 2011 baru kelihatan," katanya.

Wijayanti mengatakan, pada tahun ini sebagian jaringan irigasi yang rusak akan diperbaiki melalui dana alokasi khusus (DAK) dengan membuat jaringan irigasi tingkat desa dan usaha tani.

"Ada Rp7 miliar DAK dan 30 persen di antaranya untuk perbaikan irigasi yang terkena dampak erupsi Merapi dan banjir lahar dingin," katanya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita