Kamis, 24 Mei 2012
BPS: Kota Yogyakarta Alami Inflasi 0,13 Persen
Rabu, 01 Juni 2011 10:46
AddThis Social Bookmark Button

Yogyakarta, 1/6 (SIGAP) - Kepala Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta, Dyan Pramono Effendi mengatakan, Kota Yogyakarta pada Mei 2011 mengalami inflasi sebesar 0,13 persen dengan angka indeks 126,48.

"Angka indeks itu lebih tinggi dibandingkan dengan April 2011 yang hanya mencapai 126,32 persen," katanya di Yogyakarta, Rabu (1/6).

Menurut Pramono, hal itu disebabkan beberapa kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks harga.

Kelompok itu antara lain makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau yang naik sebesar 0,27 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,33 persen), kelompok sandang (0,6 persen).

Selain itu, kelompok kesehatan juga naik sebesar 1,09 persen, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,10 persen).

"Namun demikian, kelompok bahan makanan turun dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga turun masing-masing 0,71 persen dan 0,06 persen," katanya.

Pramono mengatakan, kondisi itu disebabkan musim kemarau dan merebaknya hama penyakit tanaman sehingga sebagian petani mengalami gagal panen.

Selain itu, juga adanya isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sehingga memicu kenaikan harga kebutuhan pokok rumah tangga.

Menurutnya, pada Mei 2011 inflasi tertinggi di Indonesia terjadi di Ambon, sedangkan terendah di Kediri, Denpasar, dan Mataram.

"Deflasi terbesar dialami Kota Tarakan, sedangkan terendah di Bandar Lampung," katanya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita