Kamis, 24 Mei 2012
Selama Satu Bulan PMI Maluku Telah Bantu 356 KK Korban Longsor Dan Banjir
Rabu, 01 Juni 2011 05:48
AddThis Social Bookmark Button

Ambon, 1/6 (SIGAP) - Palang Merah Indonesia (PMI) Maluku menyalurkan bantuan kepada 365 kepala keluarga yang menjadi korban tanah longsor dan banjir di Kota dan Pulau Ambon, akibat cuaca ekstrim yang terjadi di wilayah ini sejak sebulan terakhir ini.

"Kami telah menyalurkan bantuan kepada ratusan KK yang menjadi korban tanah longsor dan banjir di pada 13 lokasi di Kota dan Pulau Ambon, sejak 1 Mei lalu," kata Ketua PMI Daerah Maluku, M. Elly, di Ambon, Selasa (31/5).

Elly mengemukakan penyaluran bantuan berupa family kit, hygiene kit dan selimut kepada para korban itu dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku.

"Kami juga menyumbang puluhan terpal yang dimanfaatkan untuk membangun posko bencana, dapur umum serta mengevakuasi warga yang rumah dan harta bendanya tertimbun longsor maupun terkena banjir," ujarnya.

PMI Maluku juga menerjunkan 20 orang tenaga Korps Suka Rela (KSR) yang ditugaskan mengkoordinasikan pembagian bantuan kepada para korban bencana alam itu.

Para korban tanah longsor dan banjir yang mendapat bantuan PMI Maluku itu diantaranya 15 KK di kelurahan Batu Gajah, masing-masing delapan KK warga Batu Gantung dan Belakang Soya, empat KK korban longsor di kelurahan Karang Panjang.

Selain itu, korban longsor di Bere-Bere dan Desa Hatalai (Leitimur Selatan) masing-masing lima KK, serta masing-masing dua KK di kawasan pemukiman Skip dan Batu Meja.

PMI Maluku juga membuka dapur umum untuk 200 KK korban warga Desa Galala dan Hative Kecil yang mengungsi karena wilayah mereka terkena banjir, serta membantu 90 KK warga RT-006/RW-14 Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon yang menjadi korban banjir bandang dan diungsikan ke Markas Denzipur V Kodam XVI/Pattimura, sekolah dan rumah ibadah di wilayah itu Begitupun personil KSR PMI juga menyerahkan bantuan kepada 32 KK korban banjir di dusun Mamua, Negeri Hila, Pulau Ambon.

Bantuan terakhir yang disalurkan PMI yakni untuk delapan KK warga Desa Liliboy, kecamatan Leihitu Barat yang rumahnya mengalami rusak berat dan ringan akibat tanah longsor pada Jumat (72/5).

Bantuan yang diberikan diantaranya family kit berisi berupa cooking pot, jerigen plastik, karung PMI dan gayung masing-masing satu unit, 10 kotak korek api, dua pak lilin, serta sabun kesehatan, sabun cuci, gelas dan piring plastik, sendok, pasta gigi, handuk kecil dan sedang, sarung dan serbet masing-masing lima buah, tiga sandal jepit, dua tikar dan 30 pembalut wanita.

Sedangkan hygiene kit berupa sabun mandi dan cuci, alat cukur, pasta dan sikat gigi, pembalut wanita, tisue makan dan deterjen.

M. Elly menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan BPBD serta Dinas Sosial Maluku dan Kota Ambon untuk memantau perkembangan cuaca ekstrim serta bencana alam yang terjadi di ibu kota Provinsi Maluku itu dan secepatnya menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan.

"Relawan PMI juga disebarkan di berbagai wilayah di Kota Ambon untuk melakukan pemantauan dan melaporkan berbagai kejadian bencana alam, serta membantu menolong warga yang tertimpa bencana," katanya.

Jumlah pengungsi Kota Ambon akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi sejak April hingga akhir Mei 2011 berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Sosial Kota Ambon tercatat sebanyak 324 KK.

Dari jumlah itu, 110 kepala keluarga (KK) merupakan korban banjir dan 224 lainnya korban tanah longsor.

Jumlah pengungsi terbanyak dialami warga Desa Wailela dan Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon yakni 275 KK atau 892 jiwa, dimana 134 KK terkena mengalami banjir dan 141 KK lainnya akibat tanah longsor yang menutupi sebagian besar rumah saat Kota Ambon diguyur hujan lebat pada 13 Mei 2011.

Sedangkan 49 KK lainnya terdapat pada beberapa Desa dan Kelurahan di wilayah Kota Ambon. (laporan sofyan/ant)

 

Arsip Berita