Kamis, 24 Mei 2012
BMKG: Gelombang Laut Di Barat Bengkulu Capai 2,2 Meter
Selasa, 31 Mei 2011 02:24
AddThis Social Bookmark Button

Bengkulu, 31/5 (SIGAP) - Analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Meterologi Fatmawati Soekarno Bengkulu Suparwi, Selasa (31/5) mengatakan, gelombang laut di Samudra Hindia Barat Bengkulu 12 jam ke depan tingginya diperkirakan berkisar antara 1,3 hingga 2,2 meter atau lebih rendah dari sebelumnya mencapai 2,5 meter.

Angin di wilayah itu berhembus dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan antara 07-18 knots, katanya.

Sedangkan gelombang di perairan Bengkulu tingginya berkisar antara sati hingga dua meter, angin di wilayah itu berhembus dari arah Timur laut hingga Barat daya dengan kecepatan antara 05-17 knots.

Dalam peringatan dini BMKG pada kurun waktu 12 jam ke depan itu nihil, sedangkan gelombang di perairan Enggano diperkirakan dari arah Timur hingga Tenggaran dengan kecepatan antara 07-17 knots.

Dari citra satelit cuaca terlihat daerah liputan awan dan hujan berada di wilayah Sumatera bagian Utara, Sumatera bagian Tengah dan Samudera Hindia Utara hingga Barat Mentawai.

Angin di wilayah Bengkulu pada umumnya bertiup dari arah Timur Laut hingga Barat Daya dengan kecepatan antara 08 sampai dengan 30 kilometer perjam atau antara 05 - 17 knots.

Cuaca di wilayah Bengkulu berpeluang berawan dan turun hujan sedang pada sore dan malam hari, dengan suhu udara antara 23-32 derajat celcius dan kelembabannya antara 60-96 persen.

Seorang distributo semen Padang di Bengkulu Syafrudin dari UD Sekotong mengatakan, pada saat gelombang rendah sekarang ini sangat berpeluang mengangkut semen melalui jalur laut, namun akibat alur pelabuhan dangkal, maka tetap saja di angkut melalui jalan darat.

Sebelumnya kapal angkutan semen Padang dari Sumatra Barat selalu terkendala dihadang ombak besar dan angin kencang, namun dalam sepekan terakhir gelombang laut tingginya rata-rata dibawah normal.

"Kami terpkasa menahan diri untuk mengangkut semen dari pelabuhan Teluk Bayur karena pendangakalan alur pelabuhan pulau Baai sangat kritis," katanya. (laporan sofyan/ant)

 

Arsip Berita